Rhomi Ulul Azmi
Universitas Islam Negeri Jakarta Syarif Hidayatullah

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Model Problem-Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran Fikih Waris Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Al Wafi Bogor Marullah MZ; Rhomi Ulul Azmi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2507

Abstract

Pembelajaran fikih waris merupakan salah satu materi dalam pendidikan Islam yang menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran fikih waris sering dipersepsikan siswa sebagai materi yang sulit. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem-Based Learning (PBL) pada pembelajaran fikih waris serta menganalisis perannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Al Wafi Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas XI, guru fikih waris, guru PAI, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PBL pada pembelajaran fikih waris di SMA Al Wafi Bogor berjalan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang sistematis. Model PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, mendorong keberanian bertanya dan berpendapat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan hukum waris. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti pengelolaan waktu, kesiapan siswa, dan perbedaan kemampuan dasar siswa. Kendala tersebut dapat diatasi melalui perencanaan pembelajaran yang matang, penggunaan media yang variatif, serta penguatan peran guru sebagai fasilitator. Dengan demikian, model Problem-Based Learning (PBL) dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran fikih waris untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Implementasi Model Problem-Based Learning (PBL) Pada Pembelajaran Fikih Waris Untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas XI SMA Al Wafi Bogor Marullah MZ; Rhomi Ulul Azmi
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2507

Abstract

Pembelajaran fikih waris merupakan salah satu materi dalam pendidikan Islam yang menuntut kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis. Namun, dalam praktiknya, pembelajaran fikih waris sering dipersepsikan siswa sebagai materi yang sulit. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model Problem-Based Learning (PBL) pada pembelajaran fikih waris serta menganalisis perannya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI SMA Al Wafi Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi angket, wawancara dan observasi. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas XI, guru fikih waris, guru PAI, dan pihak sekolah. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model PBL pada pembelajaran fikih waris di SMA Al Wafi Bogor berjalan dengan baik melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian yang sistematis. Model PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, mendorong keberanian bertanya dan berpendapat, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menganalisis dan menyelesaikan permasalahan hukum waris. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti pengelolaan waktu, kesiapan siswa, dan perbedaan kemampuan dasar siswa. Kendala tersebut dapat diatasi melalui perencanaan pembelajaran yang matang, penggunaan media yang variatif, serta penguatan peran guru sebagai fasilitator. Dengan demikian, model Problem-Based Learning (PBL) dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam pembelajaran fikih waris untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.