Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluation of the Skin Cracker Production Process at Skin Cracker SMEs Ahmad Syafruddin Indrapriyatna; Reinny Patrisina; Asi Siva Dea; Nahda Sulasi; Yonithri Sherlyn
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 12 No 1 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v12i1.39000

Abstract

XYZ SME is a small and medium enterprise (SME) based in Padang, West Sumatra, specializing in traditional skin crackers (locally known as kerupuk jangek a traditional cowhide-based cracker). The company faces critical challenges related to hygiene and production inefficiencies, particularly delays during drying and frying stages, as well as inefficient material flow due to a suboptimal facility layout. This study employs Lean Manufacturing tools to identify and reduce production waste. The methodology incorporates the Waste Assessment Model (WAM) to quantify waste types, Value Stream Mapping (VSM) to visualize the production process, and Value Stream Analysis Tools (VALSAT) to prioritize improvement strategies. WAM analysis identified transportation (21.277%), inventory (17.021%), and waiting time (14.894%) as the most significant waste categories. The initial Process Cycle Efficiency (PCE) was measured at 41.82%. Improvement proposals included enhanced GMP practices through training, supervision, and infrastructure upgrades, as well as production efficiency measures such as layout redesign, improved worker discipline, and the use of cost-effective machinery. These interventions led to a projected PCE of 95.24%, indicating substantial improvements in workflow efficiency.
Perancangan Strategi Pemenuhan Standar dan Persyaratan Ekspor pada UMKM Rendang Dhianada Irsya; Lusi Susanti; Reinny Patrisina
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1670

Abstract

Industri makanan olahan Indonesia, khususnya UMKM, berkembang pesat seiring meningkatnya permintaan rendang sebagai produk khas Sumatera Barat yang berpotensi ekspor, namun partisipasi UMKM dalam perdagangan internasional masih rendah akibat kompleksitas standar dan persyaratan ekspor. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemenuhan standar dan persyaratan ekspor bagi UMKM rendang di Sumatera Barat dengan menggunakan data hasil wawancara pelaku UMKM eksportir, instansi pendukung ekspor, analisis regulasi, serta kuesioner terbuka yang dianalisis menggunakan pendekatan Grounded Theory, yang terdiri atas tahapan open coding untuk identifikasi tema, axial coding untuk menghubungkan kategori dan subkategori, serta selective coding untuk merumuskan kategori inti sebagai dasar penyusunan strategi pemenuhan standar dan persyaratan ekspor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi oleh UMKM rendang dalam memenuhi standar dan persyaratan ekspor bersumber dari lima kategori utama, yaitu kurangnya pendampingan dan sosialisasi, kompleksitas dokumen dan teknis, keterbatasan infrastruktur dan peralatan, tantangan teknis produksi dan higienitas, serta hambatan finansial. Kondisi ini membentuk suatu rantai hambatan sistemik yang saling memperkuat dan mempersulit kesiapan ekspor pelaku usaha kecil. Strategi yang dirancang untuk menjawab permasalahan tersebut mencakup lima pendekatan utama, yaitu peningkatan pendampingan dan sosialisasi regulasi ekspor, pemenuhan infrastruktur dan alat produksi sesuai standar, pengurangan beban biaya sertifikasi dan pengujian melalui kolaborasi lintas lembaga, peningkatan kemampuan teknis dan dokumentasi ekspor, serta standarisasi proses produksi dan praktik higienitas. Validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa meskipun sebagian strategi telah dijalankan oleh instansi terkait, implementasinya belum terstruktur secara berkelanjutan dan belum menjangkau seluruh UMKM.