Ema
Universitas Singaperbangsa Karawanga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce terhadap Konten Meme Kritik Banjir Sumatera 2025 di Instagram Adinda Dwi Aulia; Ema; Hendry Roris Sianturi
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 6 No 1 (2026): April 2026
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59895/deliberatio.v6i1.906

Abstract

Perkembangan media sosial telah mendorong munculnya meme sebagai salah satu bentuk komunikasi digital yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian kritik sosial terhadap berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat, termasuk bencana banjir Sumatera tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi kritik sosial yang terkandung dalam meme banjir Sumatera 2025 yang beredar di Instagram menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif. Data penelitian berupa sepuluh meme yang dipilih secara purposive dari akun-akun Instagram yang memuat konten terkait banjir Sumatera 2025. Analisis data dilakukan menggunakan konsep triadic sign yang meliputi representamen, objek, dan interpretant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meme merepresentasikan berbagai bentuk kritik sosial, seperti kritik terhadap kebijakan pemerintah, birokrasi penyaluran bantuan, praktik korupsi dana bencana, eksploitasi lingkungan, serta lemahnya pengawasan terhadap sumber daya alam. Makna kritik dibangun melalui kombinasi elemen visual dan teks yang memanfaatkan satire, ironi, dan humor sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meme berfungsi sebagai media alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik sosial secara kreatif di ruang digital. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengombinasikan pendekatan semiotika dengan analisis resepsi audiens guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dampak dan penerimaan pesan kritik dalam meme.