Penelitian ini mengkaji pelaksanaan pembiasaan setoran hafalan Al-Qur'an sebagai sarana penguatan karakter religius siswa sekolah dasar, yang dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara penguasaan pengetahuan agama dan perwujudannya dalam tindakan moral sehari-hari. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan mekanisme program, menganalisis perannya terhadap perubahan sikap religius, serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan dan strategi guru. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif di Sekolah Dasar Islam Terpadu Quran Annida Sukabumi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa program yang terstruktur dalam tiga tahap, yaitu murojaah klasikal, persiapan mandiri, dan setoran individu, secara nyata mentransformasi perilaku siswa pada aspek kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, dan etika. Keberhasilan ini didukung oleh lingkungan religius dan keteladanan guru, sementara hambatan berupa perbedaan daya ingat, kecemasan, serta minimnya pendampingan orang tua diatasi melalui pendekatan diferensiasi, penguatan positif, dan komunikasi kolaboratif berbasis digital. Simpulan penelitian menegaskan bahwa habituasi sistemik melalui setoran hafalan efektif membentuk kepribadian Qur'ani, yang memperkuat sekaligus memperluas teori pendidikan karakter dengan menyoroti peran ekosistem dan strategi pedagogis. Implikasi praktisnya mendorong kolaborasi tri pusat pendidikan dan kurikulum berorientasi proses, sedangkan implikasi teoretisnya memperkaya psikologi pendidikan Islam tentang internalisasi nilai melalui ritual keagamaan terstruktur.