Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan global. Salah satu gejala klinis stroke adalah penurunan kesadaran sehingga diperlukan intervensi keperawatan mandiri untuk meningkatkan kesadaran pasien. Salah satu intervensi yang dapat digunakan adalah posisi head up 30 derajat untuk membantu memperlancar aliran darah ke otak dan meningkatkan suplai oksigen serebral, sehingga dapat membantu menstabilkan atau memperbaiki tingkat kesadaran pasien. Penelitian ini dilakukan di ruang ICU RSUD Ramela Muara Tami Jayapura pada bulan Agustus 2025. Jenis penelitian eksperiment dengan menggunakan desain one group pretest-posttest. Mengukur GCS (Glasgow Coma Scale) sebelum diberikan posisi head up 30 derajat derajat dan mengukur GCS sesudah diberikan posisi head up 30 derajat dengan sampel berjumlah 17 pasien menggunakan total sampling. Sampel diambil berdasarkan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon untuk mengetahui pengaruh posisi head up 30 derajat dengan tingkat kesadaran. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 51-60 tahun (41,25), jenis kelamin laki-laki (58,8%), pendidikan SMA (52,9%), tidak bekerja (58,8%), kondisi fisik sakit berat (88,2%), hemodinamik tidak stabil (94,1%) dan riwayat medis stroke berulang (100%), tingkat kesadaran sebelum intervensi rata-rata skor GCS 6 meningkat menjadi 12 setelah intervensi. Uji statistik menggunakan Wilcoxon ditemukan nilai p = 0,000 (p