Leni Fiani Barande
Institut Toraja Raya Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Post Op Nefrolitiasis Dengan Nyeri Akut Di Ruang Urologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Nirta Aprila Paembonan; Leni Fiani Barande
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nefrolitiasis atau batu ginjal adalah batu yang terbentuk di tubuli ginjal kemudian berada di kaliks, infundibulum, pelvis ginjal dan bahkan bisa mengisi pelvis serta seluruh kaliks ginjal dan merupakan batu saluran kemih yang paling sering terjadi. Penyebab atau faktor risiko penyebab batu ginjal seperti genetik, konsumsi makanan tinggi oksalat, tinggi protein, tinggi kalsium, kurang minum air putih dan seringnya menahan buang air kecil. Untuk melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien batu ginjal di ruang urologi RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan batu ginjal, instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian anak dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu nyeri akut, kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk menurunkan skala nyeri yang dirasakan. Implementasi yang di berikan yaitu manajemen nyeri yang meliputi observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil implementasi yaitu berkurangnya skala nyeri yang dirasakan pasien. Klien mengatakan bahwa nyeri yang dirasakan berkurang setelah melakukan teknik relaksasi napas dalam, teknik relaksasi napas dalam dapat menurunkan nyeri dimana setelah diberikan tindakan keperawatan selama 3x24 jam, klien mengatakan nyeri cukup menurun atau berkurang, dari skala 5 menjadi skala 2.