Latar Belakang: Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih tergolong tinggi. Salah satu faktor pelayanan yang krusial adalah efektivitas Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) oleh bidan selama pelayanan antenatal dan obstetri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kemampuan komunikasi interpersonal bidan terhadap klien atau pasien dalam mendukung tugas obstetri di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja. Metode: Jenis penelitian ini diawali dengan survei awal kuantitatif yang dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif menggunakan desain fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari 9 orang bidan dan 6 orang pasien (ibu hamil/melahirkan) yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan tinjauan pustaka, lalu dianalisis menggunakan Content Analysis (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Hasil: Kemampuan komunikasi interpersonal bidan secara umum telah berjalan efektif, yang ditandai dengan meningkatnya pengetahuan pasien serta perubahan sikap ke arah positif. Hal ini dipengaruhi oleh penerapan unsur keterbukaan (sapaan ramah, pertanyaan terbuka, berbagi pengalaman), empati (kontak verbal menenangkan dan sentuhan kulit), dukungan (perhatian penuh dan nasihat verbal), serta perasaan positif (keyakinan profesional bidan). Namun, hambatan seperti rendahnya pendidikan pasien, pemahaman yang keliru, sifat defensif, keterbatasan waktu, serta kondisi fisiologis pasien inpartu masih ditemukan. Faktor pendukung utama meliputi penguasaan bahasa daerah, bantuan keluarga, serta latar belakang pelatihan komunikasi/pendidikan bidan. Kesimpulan: Komunikasi interpersonal bidan di Rumah Sakit Sinar Kasih Toraja berjalan cukup efektif dalam mendukung tugas obstetri, namun diperlukan pengoptimalan berupa penggunaan media poster yang lebih menarik dan media elektronik bergerak untuk mengatasi berbagai hambatan komunikasi yang ada.