Muhammad Suyudi
Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Pembelajaran PAI Reflektif dalam Membentuk Karakter Religius: Systematic Literature Review Nizam Burhanuddin; Ahmad Yusam Thobroni; Irma Soraya; Muhammad Suyudi
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2026): Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.9.1.%p

Abstract

Teori humanistik Carl Rogers mendukung proses pemahaman diri melalui experiential learning, namun pembelajaran PAI seringkali terpaku pada surface learning. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana strategi pembelajaran PAI reflektif dalam membentuk karakter religius siswa. Menggunakan Systematic Literature Review (SLR)sebagai metode penelitian melalui model yang dikembangkan oleh Triandini dkk., yaitu perencanaan, pengumpulan, dan penyusunan. Teknik analisis data menggunakan analisis konten dan pengambilan kesimpulan melalui sintesis dari berbagai literatur terpilih. Hasil penelitian menyatakan bahwa peningkatan karakter religius dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dipengaruhi oleh keterpaduan antara landasan nilai teologis dan sistematika desain pembelajaran. Proses pembelajaran reflektif berperan sebagai inti proses melalui aktivitas seperti refleksi, diskusi, dan evaluasi pengalaman yang menuntut berpikir kritis dan kesadaran metakognitif siswa, sehingga nilai-nilai keislaman dapat terinternalisasi secara mendalam. Proses ini diperkuat oleh peran guru sebagai teladan, serta dukungan lingkungan sekolah dan keluarga melalui pembiasaan Islami. Keselurugan rangkaian tersebut bermuara pada terbentuknya karakter religius siswa yang tercermin dalam perilaku nyata. Konsep ini menjadi urgensi dalam konteks pendidikan saat ini karena mampu menginternalisasikan nilai-nilai keislaman secara mendalam demi mengatasi dekadensi moral siswa dan memperkuat karakter religius melalui peran strategis sekolah sebagai pusat pembinaan karakter.