Asren Nasution
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN KETELADANAN GURU DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK TERHADAP PEMBENTUKAN SIKAP RELIGIUS SISWA DI MAS MIFTAHUSSALAM MEDAN Nur Saimah Putri Nasution; Asren Nasution; Mustafa Mustafa
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.149-159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran uswah hasanah dalam pembentukan sikap religius siswa, mendeskripsikan pelaksanaannya dalam pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penerapannya di MAS Miftahussalam Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, wakil kepala madrasah, guru Akidah Akhlak, dan siswa kelas XI. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uswah hasanah berperan penting dalam membentuk sikap religius siswa melalui keteladanan guru yang tercermin dalam perilaku disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kesopanan, dan ketaatan beribadah. Pelaksanaan uswah hasanah dilakukan melalui integrasi keteladanan dalam proses pembelajaran dan pembiasaan religius di lingkungan sekolah, seperti berdoa, membaca Al-Qur’an, melaksanakan ibadah berjamaah, serta membangun budaya saling menghormati. Adapun kendala yang dihadapi meliputi faktor internal siswa, pengaruh lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi dan media sosial, serta kurang optimalnya dukungan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pembentukan sikap religius melalui uswah hasanah memerlukan konsistensi keteladanan guru serta dukungan sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial secara berkelanjutan