Turlia Indah Sapitri
Universitas Teknokrat Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Algoritma Naive Bayes, Decision Tree, dan Random Forest untuk Prediksi Risiko Default Nasabah Kartu Kreditult Nasabah Kartu Kredit Turlia Indah Sapitri; Tia Dwi Anggra Yani; Jelna Anggreni; Erliyan Redi Susanto
Jurnal Ilmiah ILKOMINFO - Ilmu Komputer & Informatika Vol 9, No 2 (2026): Juli
Publisher : Institut Teknologi Gamalama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47324/ilkominfo.v9i2.449

Abstract

Abstrak: Prediksi risiko gagal bayar (default) nasabah kartu kredit merupakan aspek penting dalam manajemen risiko kredit pada lembaga keuangan. Berbagai penelitian telah menerapkan algoritma klasifikasi untuk prediksi risiko kredit, namun sebagian besar penelitian hanya berfokus pada satu atau dua algoritma sehingga hasil perbandingan performa antar metode masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja algoritma Naive Bayes, Decision Tree, dan Random Forest dalam memprediksi risiko default nasabah kartu kredit. Dataset yang digunakan merupakan data sekunder dari platform Kaggle yang terdiri dari 30.000 data nasabah. Tahapan penelitian meliputi preprocessing data, pembagian training dan testing dengan rasio 80:20, pembangunan model klasifikasi, serta evaluasi menggunakan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Kontribusi penelitian ini terletak pada evaluasi komparatif tiga algoritma klasifikasi dalam satu kerangka eksperimen yang sama menggunakan pendekatan evaluasi multi-metrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Random Forest menghasilkan kinerja terbaik berdasarkan nilai accuracy sebesar 0,813500 dan precision sebesar 0,630027. Sementara itu, Naive Bayes memperoleh nilai recall tertinggi sebesar 0,651181 dan F1-score sebesar 0,494363. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Random Forest lebih unggul dalam ketepatan klasifikasi, sedangkan Naive Bayes lebih efektif dalam mendeteksi nasabah yang berpotensi mengalami gagal bayar.Kata kunci: Credit Risk Assessment, Kartu Kredit, Prediksi Risiko Kredit, Naive Bayes, Decision Tree, Random ForestAbstract: Credit card default risk prediction is an important aspect of credit risk management in financial institutions. Although various classification algorithms have been applied to credit risk prediction, most previous studies have focused on only one or two algorithms, resulting in limited comparative insights into their performance. This study aims to evaluate and com-pare the performance of Naive Bayes, Decision Tree, and Random Forest algorithms in pre-dicting credit card customer default risk. The dataset used in this study is secondary data ob-tained from Kaggle, consisting of 30,000 customer records. The research process includes data preprocessing, dataset splitting into training and testing sets with an 80:20 ratio, clas-sification model development, and performance evaluation using accuracy, precision, recall, and F1-score metrics. The contribution of this study lies in the comparative evaluation of three classification algorithms within the same experimental framework using a multi-metric evaluation approach. The results indicate that Random Forest achieved the best overall per-formance with an accuracy of 0.813500 and a precision of 0.630027. Meanwhile, Naive Bayes obtained the highest recall of 0.651181 and the highest F1-score of 0.494363. These findings suggest that Random Forest is more effective in overall classification performance, whereas Naive Bayes is better at identifying customers with a higher likelihood of default.Keywords: Credit Risk Assessment, Credit Card, Credit Risk Prediction, Naive Bayes, Decision Tree, Random Forest
Peran Artificial Intelligence Dalam Mendorong Inovasi Dunia Bisnis Untuk Mencapai Keunggulan Yang Kompetitif Jelna Anggreni; Turlia Indah Sapitri; Ryan Randy Suryono
Progresif: Jurnal Ilmiah Komputer Vol 22, No 2 (2026): April
Publisher : STMIK Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35889/progresif.v22i2.3506

Abstract

The development of Artificial Intelligence (AI) has revolutionized various aspects of the business sector, particularly in driving innovation and creating competitive advantage. This study aims to analyze the contribution of AI to business innovation through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The SLR approach was employed to identify, review, evaluate, and synthesize relevant literature related to the research topic. The findings indicate that AI plays an important role in transforming business processes, supporting data-driven decision-making, improving operational efficiency, and strengthening marketing strategies and customer service. In addition, AI enables organizations to become more adaptive and innovative through predictive capabilities and advanced automation. Nevertheless, AI implementation also raises ethical challenges, technological dependence, and the need for adequate organizational capabilities. This study provides both theoretical and practical implications for business practitioners, academics, and policymakers in optimizing the role of AI as an enabler of innovation and the creation of competitive value.Keywords: Artificial Intelligence; Business innovation; Competitive advantage; SLR; Digital transformationAbstrakPerkembangan Artificial Intelligence (AI) telah merevolusi berbagai aspek dalam dunia bisnis, terutama dalam mendorong inovasi dan menciptakan keunggulan kompetitif. Tujuan dari Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi AI terhadap inovasi bisnis melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Pendekatan SLR diterapkan untuk mengidentifikasi, menelaah, mengevaluasi, serta menyusun sintesis dari berbagai literatur yang relevan dengan judul penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI berperan penting dalam hal transformasi mengenai proses sebuah bisnis, serta pengambilan keputusan berbasis data, peningkatan efisiensi operasional, serta penguatan strategi pemasaran dan layanan pelanggan. Selain itu, AI juga mendorong organisasi untuk lebih adaptif dan inovatif melalui kemampuan prediktif dan otomatisasi yang canggih. Namun, implementasi AI juga menimbulkan tantangan etis, ketergantungan teknologi, dan kebutuhan kapabilitas organisasi yang memadai. Studi ini memberikan implikasi teoretis dan praktis bagi pelaku bisnis, akademisi, dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan peran AI sebagai enabler inovasi dan pencipta nilai kompetitif.Kata kunci: Artificial Intelligence; Inovasi bisnis; Keunggulan kompetitif; SLR; Transformasi digital