Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KAWASAN WADUK JATIGEDE Rima Yudiawantini; M Nur Afandi
Jurnal Media Administrasi Terapan Vol. 6 No. 2 (2026): Vol. 6, No. 2, Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31113/jmat.v6i2.125

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan pariwisata Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang melalui pendekatan Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2007), serta dianalisis menggunakan metode Soft System Methodology (SSM) dengan alat bantu CATWOE. Kawasan Menara Kujang Sapasang sebagai bagian dari destinasi pariwisata unggulan di Waduk Jatigede menunjukkan potensi besar namun belum dikelola secara optimal karena rendahnya kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat yang terbatas, minimnya branding, serta keterbatasan infrastruktur. Teori Collaborative Governance digunakan untuk mengidentifikasi lima variabel utama dalam proses kolaboratif, yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan, proses kolaboratif, dan hasil. Setiap variabel dianalisis dengan elemen-elemen CATWOE untuk mengidentifikasi aktor, kepentingan, proses transformasi, dan kendala lingkungan yang mempengaruhi pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata di Waduk Jatigede sangat bergantung pada kepemimpinan fasilitatif, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, komitmen bersama, serta desain kelembagaan yang transparan dan inklusif. Model yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategi kolaboratif yang dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama stakeholder lainnya untuk menciptakan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.