Sari Diana
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE INTELLIGIBILITY OF THAI ENGLISH PRONUNCIATION AMONG THAI ENGLISH TEACHERS Siti Rahayu; Andi Syahputra; Sari Diana
FRASA: ENGLISH EDUCATION AND LITERATURE JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026): Vol7 No.2 September 2026
Publisher : Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/frasa.v7i2.6068

Abstract

English has become a global language essential in education, diplomacy, and intercultural communication. Effective communication in English is increasingly dependent on intelligibility, the ease with which a listener can comprehend speech, rather than adhering to native-speaker norms. This study examines the intelligibility of Thai-accented English, focusing on four Thai English teachers at a kindergarten in Sadao, Thailand, as  perceived by four non-Thai listeners, specifically Indonesian student teachers participating in a teaching practicum (PPL). Data were collected from audio recordings of the teachers’ speech and semi-structured interviews with the listeners. Using a qualitative case study approach, the findings indicate that segmental features, such as the substitution of /r/ with /l/ (for example, rice pronounced as lice), and difficulties in reading passages were observed to lead to misunderstandings. Intelligibility was also influenced by both the speakers’ pronunciation and the listeners’ familiarity with Thai-accented English. This study contributes to the field of English as a Lingua Franca (ELF), highlighting that intelligibility rather than native-like pronunciation is key for effective intercultural communication.  
Digitalisasi Situs Sejarah Lokal Melalui Google Maps: Studi Pada Makam Cut Nyak Meurah Puteh di Desa Lhok Timon, Kec. Setia Bakti, Kab. Aceh Jaya Muhammad Idris; Albadri Albadri; Maizah Mawaddah; Fitria Salami; Azizah Azizah; Reyza Reyza; Neza Muriza; Annisa Elpida; Sari Diana
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (Juni 2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v5i1.6467

Abstract

Digitalisasi situs sejarah lokal menjadi langkah strategis dalam menjaga kelestarian warisan budaya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendigitalisasi Makam Cut Nyak Meurah Puteh di Desa Lhok Timon, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya ke dalam platform Google Maps guna meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas informasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan langsung untuk menghimpun data primer berupa titik koordinat geografis, rekaman visual, kondisi lingkungan, dan narasi sejarah situs. Sebelum proses digitalisasi, penelusuran digital menunjukkan bahwa data mengenai situs cagar budaya ini sangat minim, sehingga menghambat publik dalam melacak keberadaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Makam Cut Nyak Meurah Puteh berhasil didigitalisasi dan diverifikasi oleh sistem Google Maps, sehingga posisinya kini dapat diakses secara daring melalui fitur pencarian. Keberadaan representasi digital ini tidak hanya menyediakan informasi spasial, deskripsi sejarah, dan dokumentasi visual yang terstruktur, tetapi juga memperluas jangkauan edukasi sejarah tanpa batasan ruang dan waktu. Pemanfaatan Google Maps terbukti efisien sebagai media dokumentasi, pelestarian, dan promosi yang mendukung pengembangan wisata sejarah berbasis digital di Kabupaten Aceh Jaya.