Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kualitas rekam medis elektronik (RME) dalam mendukung efektivitas pelayanan kesehatan serta kinerja tenaga kesehatan di rumah sakit. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih adanya inkonsistensi hasil penelitian terkait pengaruh kualitas RME terhadap kinerja pegawai dan kepuasan kerja, serta belum optimalnya peran kepatuhan tenaga kesehatan sebagai variabel intervening. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis temuan empiris mengenai pengaruh kualitas RME terhadap kinerja pegawai dan kepuasan kerja dengan kepatuhan sebagai variabel intervening. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA melalui penelusuran artikel pada database Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect dengan rentang tahun publikasi 2021–2026. Berdasarkan hasil seleksi, diperoleh 16 artikel empiris yang relevan untuk dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas RME berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan kepuasan kerja, baik secara langsung maupun tidak langsung. Kepatuhan tenaga kesehatan terbukti berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan antara kualitas RME dengan outcome organisasi, meskipun pada beberapa penelitian peran mediasi tersebut menunjukkan inkonsistensi. Selain itu, faktor kontekstual seperti pelatihan, dukungan manajemen, serta kesiapan infrastruktur teknologi turut mempengaruhi efektivitas implementasi RME. Secara keseluruhan, keberhasilan implementasi rekam medis elektronik tidak hanya ditentukan oleh kualitas sistem, tetapi juga oleh kepatuhan pengguna dan dukungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan integratif dalam pengelolaan sistem informasi kesehatan guna meningkatkan kinerja dan kepuasan tenaga kesehatan