Ni Putu Rainita Mileniaputri
Univeristas Bumi Gora

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Penyuluhan Gizi Berbasis Demonstrasi Terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Ibu Balita Gizi Kurang. Ni Putu Rainita Mileniaputri; Nissa Anggriany; Dian Septiana
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 14 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v14i1.2026.1157

Abstract

Kurang gizi pada balita masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang dipengaruhi oleh praktik pemberian makan yang tidak optimal, rendahnya pengetahuan dan sikap ibu, serta kondisi sosial ekonomi keluarga. Di Kota Mataram, prevalensi balita gizi kurang usia 12–59 bulan masih tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan gizi berbasis demonstrasi menu gizi seimbang terhadap pengetahuan, sikap, dan praktik ibu balita gizi kurang. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 27 ibu balita gizi kurang usia 12–59 bulan. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan, kuesioner sikap, dan lembar ceklist praktik gizi seimbang. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan gizi dengan metode demonstrasi. Data dianalisis melalui uji normalitas, kemudian dilanjutkan dengan uji statistik Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu balita setelah diberikan penyuluhan gizi berbasis demonstrasi menu gizi seimbang. Secara statistik, penyuluhan gizi dengan metode demonstrasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan pengetahuan, sikap, dan praktik ibu dalam penerapan menu gizi seimbang pada balita gizi kurang. Kesimpulan penelitian ini adalah penyuluhan gizi berbasis demonstrasi efektif dalam meningkatkan perilaku gizi ibu balita gizi kurang. Metode demonstrasi dapat dijadikan salah satu strategi edukasi gizi dalam upaya perbaikan status gizi balita.