Kanker merupakan pertumbuhan sel tubuh yang tumbuh secara abnormal yang menimbulkan menjadi suatu penyakit. Sel kanker yang tumbuh akan muncul secara cepat sehingga menyebabkan timbulnya beberapa gejala di sistem pembuluh darah dan organ tubuh lainnya. Kemoterapi merupakan pengobatan utama dalam kanker, dikarenakan telah terbukti berhasil dalam pengobatan kanker pada anak secara nyata dengan kesembuhan yang mencapai angka yang besar dalam masa anak-anak. Ada beberapa efek samping setelah melakukan pengobatan kemoterapi secara fisik, contohnya, nyeri, kelelahan, diare, mukositis, rambut rontok, dan nafsu makan yang menurun.terapi non farmakologi yang dapat digunakkan untuk menurunkan tingkat nyeri diantaranya art therapy dan music therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan art therapy dan music therapy terhadap tingkat nyeri post kemoterapi pada anak penderita kanker. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan quasy experimental two group pre test-post test design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 44 responden yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan menggunakan accidental sampling. penelitian yaitu kelompok art therapy responden mengalami penurunan tingkat nyeri dengan rerata pre test 7,23 menurun menjadi 3,23 untuk post test. Pada kelompok music therapy responden mentgalami penurunan tingkat nyeri dengan rerata pre test 6,77 menurun menjadi 3,73 untuk post test. Hasil statistik uji Mann Whitney menunjukkan hasil bahwa (p-value 0,342) tidak terdapat perbedaan art therapy dan music therapy terhadap tingkat nyeri post kemoterapi pada anak penderita kanker. Kesimpulan penelitian ini yaitu pemberian art therapy dan music therapy dapat menurunkan tingkat nyeri post kemoterapi pada anak penderita kanker. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan diberikan pada responden anak penderita kanker yang mengalami nyeri post kemoterapi.