This Author published in this journals
All Journal Jurnal Counsellia
Alqis Bahnan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Sleman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Self-injury pada remaja fatherless: studi fenomenologi pada remaja perempuan Alqis Bahnan
Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 15 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/counsellia.v15i2.24247

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama yang berperan penting dalam perkembangan fisik, emosional, dan psikologis anak. Selama proses tersebut, kehadiran ayah memiliki kontribusi besar terhadap kesejahteraan emosional remaja. Namun, tidak semua remaja perempuan merasakan kehadiran dan kasih sayang ayah yang memadai. Kondisi fatherless dapat memengaruhi kesehatan mental remaja dan meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah psikologis, seperti stres, kesepian, kecemasan, dan depresi. Untuk mengatasi tekanan emosional yang sulit diungkapkan, sebagian remaja perempuan melakukan perilaku self-injury sebagai bentuk pelampiasan dan strategi coping, meskipun hanya memberikan kelegaan sementara tanpa menyelesaikan akar permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan dinamika perilaku self-injury pada remaja perempuan yang mengalami fatherless. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja perempuan yang mengalami fatherless cenderung menggunakan self-injury sebagai cara mengelola stres dan tekanan emosional yang sulit dikomunikasikan secara verbal. Temuan ini memperkuat pemahaman dalam psikologi perkembangan dan psikologi klinis mengenai hubungan antara ketidakhadiran figur ayah, regulasi emosi, dan perilaku melukai diri. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian tentang faktor keluarga dan kesehatan mental remaja serta upaya pencegahan perilaku self-injury melalui strategi coping yang lebih adaptif dalam layanan konseling.Abstract: The family is the primary environment that plays a crucial role in a child's physical, emotional, and psychological development. During this process, the presence of a father significantly contributes to an adolescent's emotional well-being. However, not all adolescent girls experience adequate paternal presence and affection. Fatherlessness can impact adolescent mental health and increase the risk of various psychological problems, such as stress, loneliness, anxiety, and depression. To cope with emotional distress that is difficult to express, some adolescent girls engage in self-injury as a form of outlet and coping strategy, although this only provides temporary relief without addressing the root cause. This study aims to examine the characteristics and dynamics of self-injury behavior in fatherless adolescent girls. The method used was a qualitative study with a phenomenological approach to understand the participants' subjective experiences. The results indicate that fatherless adolescent girls tend to use self-injury as a way to manage stress and emotional distress that is difficult to communicate verbally. These findings strengthen the understanding in developmental and clinical psychology regarding the relationship between father absence, emotion regulation, and self-injury behavior. In addition, this research contributes to the development of studies on family factors and adolescent mental health as well as efforts to prevent self-injury behavior through more adaptive coping strategies in counseling services.