Helmy Dzulfikar
Universitas Siliwangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perancangan Infrastuktur Jaringan Terpusat Berbasis Multi-VLAN dan Queue Tree Nandika Aditia; Zaki Baharuna Ilmi Hdiana; Helmy Dzulfikar
Digital Transformation Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Periode Maret 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v6i1.8385

Abstract

Perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut lembaga pendidikan untuk memiliki infrastruktur jaringan yang andal dan terpusat. Namun, SMAN 1 Cisayong masih mengandalkan arsitektur jaringan yang terdesentralisasi tanpa pengelolaan koneksi yang memadai. Hal ini menyebabkan ketidakmerataan dalam pembagian bandwidth, kerentanan terhadap IP conflict, serta inefisiensi karena seringnya dilakukan instalasi ulang secara fisik di laboratorium komputer. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan memvalidasi sebuah arsitektur jaringan komputer terpusat yang menggabungkan teknologi Multi-VLAN, Queue Tree, dan Hotspot guna mengatasi masalah tersebut. Metodologi yang dipakai adalah Network Development Life Cycle yang dimodifikasi menjadi tiga tahap utama, yaitu analisis infrastruktur eksisting, perancangan arsitektur logis, dan simulasi prototype menggunakan Cisco Packet Tracer. Hasil perancangan menunjukkan bahwa segmentasi jaringan ke dalam delapan area VLAN mampu mengisolasi domain siaran logis antar ruangan secara efektif, sementara penerapan Queue Tree dengan metode Per Connection Queue berhasil mendistribusikan total bandwidth sebesar 300 Mbps secara adil berdasarkan hierarki pengguna. Sistem Hotspot juga turut mengamankan pintu gerbang jaringan melalui autentikasi kredensial serta sistem voucher. Validasi fungsional di lingkungan simulasi mengonfirmasi bahwa layanan DHCP berjalan dengan tepat, dan aturan Access Control List yang menerapkan prinsip default deny berhasil memblokir lalu lintas data yang tidak diizinkan tanpa mengganggu akses internet. Kesimpulannya, prototype jaringan terpusat ini telah terbukti valid secara fungsional dan sangat direkomendasikan sebagai cetak biru untuk implementasi di lapangan, dengan saran agar ke depan dilakukan pengujian terhadap parameter Quality of Service.