Era disrupsi ditandai oleh perubahan teknologi, sosial, budaya, dan kebijakan pendidikan yang berlangsung cepat serta sulit diprediksi. Kondisi tersebut menuntut inovasi supervisi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi juga mampu membaca sinyal perubahan dan merespons kebutuhan sekolah secara adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis kemungkinan penggunaan supervisi berbasis emergent strategy sebagai alternatif supervisi dalam menghadapi perubahan di era disrupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah berbagai buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen yang berkaitan dengan supervisi pendidikan, strategi emergent, pembelajaran organisasi, dan perubahan adaptif. Data dianalisis menggunakan analisis isi dan analisis tematik melalui tahap seleksi sumber, pengodean, pengelompokan kategori, sintesis antarliteratur, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi berbasis emergent strategy berpotensi digunakan sebagai pendekatan komplementer terhadap supervisi formal. Pendekatan ini memungkinkan supervisor mengenali pola perubahan, memfasilitasi eksperimen guru, mengembangkan refleksi kolektif, mendokumentasikan hasil inovasi, serta melembagakan inovasi yang terbukti efektif. Temuan juga menunjukkan bahwa pendekatan emergent tidak tepat digunakan sebagai pengganti total supervisi terencana karena tetap membutuhkan arah strategis, batas kewenangan, dokumentasi, dan evaluasi yang jelas. Kontribusi penelitian ini terletak pada integrasi kajian supervisi pendidikan dengan teori emergent strategy, sekaligus menawarkan kerangka konseptual bagi pengembangan supervisi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap perubahan. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas kerangka tersebut melalui studi empiris pada berbagai konteks sekolah.