opi merupakan komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga rantai pasok dan efisiensi pemasaran menjadi faktor penting dalam meningkatkan distribusi, harga jual, dan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pasok serta efisiensi pemasaran kopi pada Kelompok Tani Batas Berkarya di Kecamatan Gegerbitung. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Mei 2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dan snowball sampling. Data primer diperoleh melalui wawancara dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok kopi terdiri atas tiga aliran utama, yaitu aliran produk (petani–kelompok tani–coffee shop–konsumen), aliran keuangan (konsumen hingga petani), dan aliran informasi yang berlangsung dua arah antara petani dan konsumen. Terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran I (petani–kelompok tani–konsumen) dan saluran II (petani–kelompok tani–coffee shop–konsumen). Analisis efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa pada saluran I, harga di tingkat petani sebesar Rp50.000/kg dengan margin pemasaran Rp120.000/kg, nilai Farmer’s Share sebesar 41,66% yang termasuk kategori efisien, serta tingkat efisiensi pemasaran sebesar 10% yang juga tergolong efisien. Pada saluran II, harga di tingkat petani sebesar Rp50.000/kg dengan margin pemasaran Rp200.000/kg, nilai Farmer’s Share sebesar 25% yang tergolong tidak efisien, namun tingkat efisiensi pemasaran sebesar 8,5% masih termasuk kategori efisien. Secara keseluruhan, saluran I merupakan saluran pemasaran yang lebih efisien dan lebih menguntungkan bagi petani. Kata Kunci: Rantai Pasok, Efisiensi Pemasaran, Petani Kopi.