Wahyu Fatkhurudin
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dilema Guru PAI di Era Digital: Ketika Interaksi Pendidikan Berpindah Ke Dunia Maya Wahyu Fatkhurudin; Nailil Muna; M. Fachrie Zidane Pradhana; Abdul Azim
Darajat: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2026): Darajat: Jurnal PAI
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dam Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah (IAI TABAH) Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/darajat.v9i1.5053

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah menggeser interaksi pendidikan ke ruang-ruang virtual, sehingga menciptakan dilema bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menyeimbangkan adaptasi teknologi dengan penyampaian nilai-nilai Islam. Transformasi ini menghadirkan berbagai tantangan, seperti terbatasnya interaksi spiritual, berkurangnya keteladanan secara langsung, serta meningkatnya distraksi peserta didik dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dilema yang dihadapi guru PAI di era digital serta dampaknya terhadap proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menelaah berbagai literatur yang relevan mengenai pendidikan Islam, pembelajaran digital, dan interaksi guru dengan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berada pada posisi yang kompleks antara tuntutan penguasaan teknologi dan kewajiban menanamkan nilai-nilai moral serta spiritual secara efektif. Interaksi virtual memang memberikan efisiensi, tetapi kurang efektif dalam membangun keterlibatan emosional dan spiritual yang mendalam. Dampak yang muncul meliputi potensi menurunnya internalisasi nilai-nilai keagamaan serta melemahnya hubungan pedagogis antara guru dan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan strategi integratif yang memadukan teknologi dengan pendekatan humanis dan religius untuk memastikan pembelajaran yang bermakna serta mampu menjawab tantangan di era digital.