Anggun Rahmatia
Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI KOMUNIKASI PERSUASIF PINK FLASH DALAM MENGATASI KRITIK PUBLIK DI TIKTOK (STUDI KASUS PADA KONTEN KLARIFIKASI) Anggun Rahmatia
ARKANA: Jurnal Komunikasi dan Media Vol. 5 No. 01 (2026): Media dan Komunikasi Indonesia
Publisher : Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62022/kf5fef79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi persuasif yang diterapkan oleh Pink Flash dalam konten klarifikasi pada platform TikTok sehubungan dengan isu penarikan produk oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta dampaknya terhadap sentimen publik yang tercermin dalam komentar positif. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode analisis isi terhadap konten klarifikasi yang berupa slide visual dan teks, serta analisis komentar netizen yang muncul pada unggahan tersebut. Objek penelitian terpusat pada enam slide konten klarifikasi yang dipublikasikan melalui akun resmi TikTok Pink Flash, serta lima komentar positif netizen sebagai indikator respons publik. Analisis dilakukan dengan merujuk pada komponen komunikasi persuasif, yakni credibility appeal, rational appeal, emotional appeal, clarity, dan consistency. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa strategi komunikasi persuasif Pink Flash diwujudkan melalui transparansi informasi, kejelasan pesan, serta penyajian solusi konkret berupa kompensasi, yang secara efektif membangun kepercayaan dan persepsi positif di kalangan publik. Pesan visual dan teks yang disampaikan secara konsisten mampu meningkatkan kredibilitas merek dan memicu munculnya sentimen positif dalam kolom komentar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi strategi komunikasi persuasif yang tepat dalam konten klarifikasi di media sosial dapat memengaruhi respons publik secara positif dan memainkan peran krusial dalam mempertahankan kepercayaan audiens di tengah situasi krisis.