Hesa Khoyrunnisa
2Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Jenderal Soedirman

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Minimasi Waste Kritis Pada Proses Pergudangan Raw Material di Industri Komponen Otomotif Menggunakan Metode Lean Warehousing Hesa Khoyrunnisa; Amanda Sofiana
Journal of Industrial and Mechanical Engineering Vol 4 No 1 (2026): Journal of Industrial and Mechanical Engineering
Publisher : Department of Industrial Engineering, Universitas Jenderal Soedirman.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jimien.2026.4.1.20457

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk komponen (machined products) bernilai presisi tinggi berupa komponen otomotif. Pada perusahaan ini memiliki nilai OEE (Overall Equipment Effectiveness) pada salah satu lini produksi yang masih belum memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh JIPM. Salah satu faktor yang menyebabkan dari rendahnya nilai OEE tersebut ialah keterlambatan proses supply dari gudang material ke lini produksi. Dalam aktivitas pergudangan yang efektif dan efisien maka harus dilakukan perbaikan karena terdapat pemborosan (waste) sebagai faktor keterlambatan proses supply. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis waste yang terjadi pada gudang bahan baku dan merencanakan perbaikan proses agar dapat mengeliminasi pemborosan yang terjadi. Metode yang digunakan yaitu lean warehousing dengan tools Value Stream Mapping (VSM) sebagai konsep dalam mengidentifikasi serta menghilangkan waste atau aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah. Pada proses pergudangan bahan baku diperoleh 3 waste kritis yaitu waiting, extra-processing, dan transportation. Hasil Process Activity Mapping dalam VSM diperoleh non- Value Added Activity (NVA) mengalami penurunan waktu aktivitas dengan persentase dari 31% menjadi 0% dan Necessary non-Value Added Activity (NNVA) dari angka 22% menjadi 4%. Perbaikan tersebut dapat mungkin terjadi bila dilakukan rencana perbaikan berupa pembentukan dan pelaksanaan SOP untuk pihak consignor dan area painting, pembentukan sistem penjadwalan, digitalisasi, pengetatan sistem FIFO, dan perbaikan flow penempatan.