Kelompok KKN 23 Cisetu
Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA PLANG INFORMASI MASA PENGURAIAN SAMPAH SEBAGAI SARANA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEPEDULIAN LINGKUNGAN DI DESA CISETU, KECAMATAN RAJAGALUH, KABUPATEN MAJALENGKA Hendri Suwarsono; Kelompok KKN 23 Cisetu
SEPAKAT Sesi Pengabdian pada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): SEPAKAT JUNI 2026
Publisher : INTERNATIONAL PENELITI EKONOMI, SOSIAL, DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56371/sepakat.v6i1.656

Abstract

Permasalahan sampah masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk di wilayah pedesaan. Salah satu faktor yang memengaruhi cara masyarakat memperlakukan sampah adalah terbatasnya pengetahuan mengenai lamanya proses penguraian berbagai jenis sampah di lingkungan. Kurangnya informasi tersebut dapat menyebabkan masyarakat belum sepenuhnya memahami dampak jangka panjang dari sampah yang dibuang dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan media plang informasi masa penguraian sampah sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian lingkungan masyarakat di Desa Cisetu, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif partisipatif yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan KKN-T UGJ Tahun 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara dengan masyarakat, serta dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa media plang informasi yang memuat jenis sampah dan estimasi waktu penguraiannya, seperti styrofoam yang tidak mudah terurai, botol plastik sekitar 500 tahun, botol kaleng sekitar 200 tahun, sampah plastik sekitar 20 tahun, serta kemasan susu atau kardus sekitar 5 tahun, mampu memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai perbedaan karakteristik setiap jenis sampah. Plang informasi yang dibuat menggunakan bahan kayu dan dipasang di lokasi yang mudah terlihat memungkinkan masyarakat membaca informasi tersebut dalam aktivitas sehari-hari. Keberadaan media tersebut menarik perhatian warga untuk membaca serta membahas informasi yang disampaikan. Temuan ini menunjukkan bahwa media informasi sederhana yang ditempatkan di ruang publik dapat berfungsi sebagai sarana edukasi lingkungan yang membantu memperluas pemahaman masyarakat mengenai dampak lingkungan dari sampah yang dihasilkan. Dengan demikian, pemanfaatan plang informasi masa penguraian sampah dapat mendukung upaya peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.