Evaluasi kompetensi masyarakat mengenai strategi pemasaran dimsum berbasis ikan lele merupakan kegiatan untuk menilai sejauh mana kemampuan masyarakat dalam memahami, merancang, dan menerapkan strategi pemasaran terhadap produk olahan pangan inovatif berbahan dasar ikan lele. Dimsum ikan lele dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil budidaya lele yang melimpah di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kompetensi masyarakat dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan penerapan strategi pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, dan promosi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan partisipasi aktif dengan penyebaran kuesioner kepada 32 responden yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan calon wirausaha lokal dengan menggunakan skala 1-10 dimana skala 1 menyatakan pemahaman yang sangan rendah dan skala 10 menunjukkan pemahaman yang sangat baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kompetensi masyarakat berada pada kategori sangat baik dengan nilai kuisioner 9,84, terutama pada aspek pemahaman produk dan penetapan harga, namun masih rendah dalam penggunaan media digital sebagai sarana promosi. Hasil ini menunjukkan perlunya pendampingan dan pelatihan lanjutan terkait pemasaran digital, branding produk, dan manajemen usaha agar masyarakat mampu mengembangkan dimsum ikan lele secara berkelanjutan serta meningkatkan daya saing ekonomi lokal. The evaluation of community competence in marketing strategies for catfish-based dimsum was conducted to assess the extent to which the community is able to understand, design, and apply marketing strategies for an innovative processed food product made from catfish. Catfish dimsum was developed as an effort to increase the added value of abundant catfish aquaculture products in Bocek Village, Karangploso District, Malang Regency. This community service program aimed to evaluate the level of community competence in terms of knowledge, skills, and the application of marketing strategies, including product, price, place, and promotion aspects. The method used was quantitative descriptive with active participation, involving the distribution of questionnaires to 32 respondents consisting of small business actors and prospective local entrepreneurs. The questionnaire used a scoring scale of 1–10, where a score of 1 indicated a very low level of understanding and a score of 10 indicated a very high level of understanding. The results showed that community competence was in the very good category, with an average questionnaire score of 9.84, particularly in the aspects of product understanding and price determination. However, the use of digital media as a promotional tool still needs improvement. These findings indicate the need for further assistance and training related to digital marketing, product branding, and business management so that the community can sustainably develop catfish dimsum and enhance local economic competitiveness.