Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wilayah basis komoditas sapi perah di Provinsi Jawa Timur serta merumuskan strategi pengembangan komoditas sapi perah berbasis potensi wilayah dan agribisnis peternakan rakyat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder populasi sapi perah kabupaten/kota di Jawa Timur periode 2021–2025 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Analisis wilayah basis dilakukan menggunakan metode Location Quotient (LQ), sedangkan strategi pengembangan disusun melalui studi literatur dari berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan populasi sapi perah di Jawa Timur masih terkonsentrasi pada beberapa wilayah tertentu, terutama Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, serta Kota Batu. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa wilayah basis komoditas sapi perah terdapat di Kabupaten Tulungagung, Blitar, Malang, dan Pasuruan serta Kota Blitar, Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kota Batu dengan nilai LQ > 1. Kota Batu menjadi wilayah basis paling unggul dengan nilai LQ tertinggi selama periode penelitian. Strategi pengembangan sapi perah di Jawa Timur perlu dilakukan secara terintegrasi melalui peningkatan kualitas bibit dan pakan, penerapan teknologi peternakan modern, diversifikasi produk olahan susu, penguatan kelembagaan koperasi peternak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta dukungan kebijakan pemerintah yang berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengembangan sapi perah untuk meningkatkan produksi susu nasional dan kesejahteraan peternak rakyat.