Campak merupakan salah satu penyakit infeksi yang sangat mudah menular dan masih menjadi beban kesehatan masyarakat, terutama pada anak usia di bawah lima tahun. Peningkatan kasus campak tercatat di wilayah kerja Puskesmas Barabai pada tahun 2025, dengan proporsi terbesar menyerang kelompok balita. Studi ini dirancang untuk mengkaji hubungan antara pengetahuan ibu, status kelengkapan imunisasi, dan pemberian vitamin A terhadap kejadian campak pada balita di wilayah kerja Puskesmas Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tahun 2025. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Seluruh ibu yang memiliki balita usia 24–59 bulan di wilayah tersebut sejumlah 1.465 orang menjadi populasi penelitian, dengan 94 responden terpilih melalui teknik cluster sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square. Temuan studi mengungkap bahwa sebagian besar balita tidak mengalami campak (70,2%), tingkat pengetahuan ibu berada pada kategori baik (57,4%), status imunisasi balita sebagian besar lengkap (62,8%), dan sebagian besar balita telah menerima vitamin A (73,4%). Uji statistik membuktikan adanya keterkaitan bermakna antara pengetahuan ibu (p-value = 0,003), kelengkapan imunisasi (p-value = 0,000), serta pemberian vitamin A (p-value = 0,000) dengan angka kejadian campak pada balita. Hasil ini menegaskan perlunya penguatan program surveilans campak dan peningkatan edukasi kesehatan bagi ibu balita terkait imunisasi dan suplementasi vitamin A