Rendahnya tingkat kunjungan remaja ke Posyandu Remaja masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan remaja di wilayah kerja UPT Puskesmas Singgani, Kota Palu. Kondisi ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi minat dan partisipasi remaja agar program Posyandu Remaja dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan remaja ke Posyandu Remaja, meliputi pengetahuan, sikap, status ekonomi, aksesibilitas, dukungan keluarga, dan akses informasi kesehatan. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan populasi 680 remaja dan sampel 252 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis melalui uji chi-square serta regresi logistik untuk mengetahui variabel yang memiliki hubungan bermakna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan akses informasi kesehatan berhubungan signifikan dengan kunjungan remaja, sedangkan status ekonomi dan aksesibilitas tidak menunjukkan hubungan berarti. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan partisipasi remaja tidak hanya bergantung pada faktor material dan geografis, tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh aspek internal remaja dan dukungan sosial yang mereka terima. Pengetahuan yang lebih baik dan sikap positif terhadap Posyandu Remaja dapat mendorong remaja untuk memanfaatkan layanan kesehatan, sementara dukungan keluarga dan ketersediaan informasi menjadi penguat penting dalam proses pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi peningkatan kunjungan remaja perlu difokuskan pada edukasi kesehatan, penguatan dukungan keluarga, serta optimalisasi penyebaran informasi melalui media yang mudah diakses oleh remaja, sehingga program Posyandu Remaja dapat menjadi lebih inklusif, ramah remaja, dan berkelanjutan.