Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang dengan Larva Black Soldier Fly menjadi Pupuk Organik di Desa Segorotambak Muflikhatus Safaah Annawawi; Maudy Pratiwi Novia Matovanni; Muhammad Zainul Fata; Sandy Aulia Treeana
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 2 (2026): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.12.2.305-312

Abstract

The accumulation of shellfish waste in Segorotambak Village due to increased seafood processing activities causes environmental problems such as bad odors, dirty environments, and polluting the coastal environment. The lack of education and understanding of the people of Segorotambak Village about processed shellshell waste products has resulted in a higher accumulation of shellfish waste. To overcome this problem, socialization and training in the manufacture of organic solid fertilizer from shellfish waste, organic waste, rice husk ash, and black soldier fly larvae (BSF) assistance as decomposition agents are important to be implemented. The implementation method includes coordination and surveys with village officials, socialization and training in making organic solid fertilizers, as well as evaluation of the effectiveness of socialization and training activities. The results of the evaluation from pre-test, post-test, and participatory observation showed that socialization and training activities succeeded in increasing the understanding of the Segorotambak village community to 94%. Cheap, easy to obtain, and simple methods cause this innovation to be easy to follow and apply by the people of Segorotambak Village. The socialization and training program for organic solid fertilizer innovation from shellfish waste not only plays a role in reducing the accumulation of organic waste, but also supports increasing soil fertility, strengthening community environmental awareness, and creating new economic opportunities.
Sintesis Bioadsorben Kristal Violet Berbasis Selulosa dari Tandan Kosong Kelapa Sawit dengan Aktivasi Menggunakan Pemanasan Microwave Hilmi Rafif Ardya; Sandy Aulia Treeana; Sintha Soraya Santi; Renova Panjaitan
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis bioadsorben berbasis selulosa dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS) melalui aktivasi menggunakan pemanasan microwave untuk aplikasi adsorpsi zat warna kristal violet. TKKS dipilih karena memiliki kandungan lignoselulosa yang tinggi serta pemanfaatannya yang masih terbatas, sehingga berpotensi dikembangkan menjadi material karbon aktif yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis. Tahapan penelitian meliputi delignifikasi menggunakan larutan NaOH 12%, karbonisasi pada suhu 500°C selama 2 jam, serta aktivasi microwave dengan variasi daya 400–800 watt dan waktu 4–16 menit. Karbon aktif yang dihasilkan kemudian dikarakterisasi melalui uji kadar air, kadar abu, efisiensi adsorpsi menggunakan spektrofotometer UV-Vis, serta analisis morfologi permukaan menggunakan SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses delignifikasi mampu meningkatkan kadar selulosa dari 37,12% menjadi 40,53% serta menurunkan kadar lignin dari 23,41% menjadi 2,55%, sehingga meningkatkan potensi TKKS sebagai bahan baku bioadsorben. Peningkatan daya dan waktu aktivasi microwave menurunkan kadar air hingga nilai terendah 4,56%, sementara kadar abu meningkat seiring bertambahnya intensitas pemanasan akibat pembentukan residu mineral. Seluruh sampel tetap memenuhi standar mutu SNI 06-3730-1995. Efisiensi adsorpsi kristal violet meningkat seiring kenaikan daya aktivasi dan mencapai kondisi optimum pada 600 watt selama 10 menit, namun mengalami penurunan pada kondisi daya yang lebih tinggi akibat kemungkinan kerusakan struktur pori karbon aktif.