Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS Melalui Model Active Learning Tipe Role Reversal Question pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Sumarsih Sumarsih; Sudarmiani Sudarmiani; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17038

Abstract

Rendahnya keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menunjukkan perlunya penerapan strategi pembelajaran yang lebih partisipatif dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas model Active Learning tipe Role Reversal Question dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik kelas V SDN 02 Klegen, Kota Madiun. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Role Reversal Question secara konsisten meningkatkan partisipasi aktif peserta didik selama proses pembelajaran serta berdampak pada peningkatan hasil belajar. Kegiatan bertanya dan menjawab secara bergantian mendorong keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan keterlibatan dalam pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa model Active Learning tipe Role Reversal Question merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan capaian belajar IPAS di sekolah dasar.
Problem Based Learning Assisted by Sangkar Bumi Props to Improve IPAS Learning Activity and Outcomes for Grade V Elementary School Students Yusak Suryawan; Sudarmiani Sudarmiani; Yudi Hartono
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1612

Abstract

Education is a cornerstone in shaping the future of the younger generation and a conscious effort to optimally develop individual potential. This study aimed to improve fifth-grade students’ learning outcomes in Science and Social Studies (IPAS) on Indonesia’s geographical location through the implementation of the Problem Based Learning (PBL) model assisted by Sangkar Bumi teaching aids. This Classroom Action Research (CAR) employed the Kemmis and McTaggart spiral model, consisting of planning, acting, observing, and reflecting. The participants were 32 fifth-grade students at SDN Pare 3, Kediri Regency. Data were collected through observation sheets, learning outcome documentation, and multiple-choice tests, then analyzed using descriptive qualitative and quantitative methods. The findings revealed that the PBL model assisted by Sangkar Bumi teaching aids effectively improved both the learning process and student achievement. The average learning outcome score increased from 60.31 in the pre-cycle (15.63% mastery) to 72.97 in Cycle I (50.00% mastery), and further to 83.84 in Cycle II with 100% classical mastery. Student learning activity also improved from 62.28% (Fair) in Cycle I to 87.61% (Very Good) in Cycle II, while teacher implementation increased from 71.43% to 92.86%. These results indicate that the PBL model supported by Sangkar Bumi teaching aids effectively enhances students’ engagement and learning outcomes in geographical location topics.
Improving Students' IPAS Interest and Learning Outcomes Through Audio-Visual Aided Contextual Teaching Herlina Septikarini; Sudarmiani Sudarmiani; Yudi Hartono
EDUJAVARE: International Journal of Educational Research Vol. 4 No. 02 (2026): EDUJAVARE: International Journal of Educational Research
Publisher : CV. Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/edujavare.1653

Abstract

Traditional teacher-centered instruction often results in low student engagement and poor academic performance in elementary science and social studies (IPAS). This study aims to describe the implementation of the Audio-Visual aided Contextual Teaching and Learning (CTL) model and evaluate its effectiveness in improving student interest and learning outcomes at SDN Gedangsewu 1. The research employed a Classroom Action Research (PTK) design consisting of two cycles involving 24 fifth-grade students. Data were gathered through observation checklists for student interest and written tests for learning achievement, analyzed using descriptive statistics. Findings revealed a significant increase in student interest, which rose from a baseline of 42.3% to 62.5% in Cycle I and reached 80.6% in Cycle II. Correspondingly, the class average for learning outcomes improved from 59.8 to 83.8, with classical completeness achieving 100% by the end of the second cycle. The results indicate that the integration of audio-visual media within a contextual framework effectively fosters a meaningful learning environment, successfully enhancing both student motivation and cognitive achievement in IPAS. This model is recommended for teachers seeking to make abstract concepts more concrete and relevant for elementary students.
Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar IPAS melalui Augmented Reality pada Siswa Sekolah Dasar Luluk Sri Wahyuni; M. Hanif; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.19756

Abstract

Rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar IPAS di sekolah dasar menunjukkan perlunya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan motivasi belajar dan hasil belajar IPAS melalui penerapan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR) pada siswa kelas IV SDN 02 Madiun Lor. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 12 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar meningkat secara bertahap dari rata-rata 2,00 (kategori rendah) pada pra siklus menjadi 2,78 (kategori sedang) pada Siklus I dan 3,62 (kategori tinggi) pada Siklus II. Hasil belajar juga meningkat dari rata-rata 59,60 pada pra siklus menjadi 63,49 pada Siklus I dan 84,09 pada Siklus II, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari 25,0% menjadi 41,7% dan akhirnya mencapai 75,0%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi media Augmented Reality, Interactive Flat Panel, dan permainan edukatif mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPAS melalui pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan bermakna..
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar IPAS melalui Problem Based Learning Berbantuan Media Video Pada Sekolah Dasar SDN 01 Taman Kota Madiun Pudji Noerhayati; Muhammad Hanif; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20831

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar IPAS melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video pada siswa kelas III SDN 01 Taman Kota Madiun. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh hanya 27,27% siswa berkategori aktif dan 23% siswa mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator penelitian. Keaktifan belajar meningkat dari 27,27% pada prasiklus menjadi 77% pada Siklus I dan 91% pada Siklus II. Ketuntasan hasil belajar meningkat dari 23% pada prasiklus menjadi 73% pada Siklus I dan 91% pada Siklus II, sedangkan nilai rata-rata kelas meningkat dari 37,70 menjadi 90,40. Dengan demikian, penerapan model Problem Based Learning berbantuan media video efektif meningkatkan keaktifan belajar dan hasil belajar IPAS siswa sekolah dasar serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.
Program Selis Kangen sebagai Pembiasaan Sekolah untuk Meningkatkan Literasi dan Numerasi Peserta Didik Kelas VI SD Negeri 04 Manisrejo Kota Madiun Nartini Nartini; Sudarmiani Sudarmiani; Yudi Hartono
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20832

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Program Selis Kangen (Selasa Menulis dan Kamis Mendongeng) dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 35 peserta didik kelas VI SD Negeri 04 Manisrejo Kota Madiun pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Program Selis Kangen menghasilkan peningkatan yang konsisten pada kemampuan literasi, numerasi, dan ketuntasan belajar peserta didik. Kemampuan literasi meningkat dari 34% pada prasiklus menjadi 78% pada Siklus II, sedangkan kemampuan numerasi meningkat dari 35% menjadi 76%. Ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan dari 17% pada kondisi awal menjadi 80% pada akhir tindakan. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa integrasi kegiatan menulis dan mendongeng secara terstruktur mampu memperkuat pemahaman bacaan, kemampuan mengidentifikasi informasi penting, serta keterampilan menyelesaikan masalah numerasi kontekstual. Temuan ini menegaskan bahwa Program Selis Kangen dapat menjadi strategi pembiasaan yang efektif untuk mengembangkan literasi dan numerasi secara terpadu melalui aktivitas belajar yang kontekstual, komunikatif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berpotensi diterapkan sebagai alternatif penguatan budaya literasi dan numerasi di sekolah dasar.