Nita Rohayati
Universitas Buana Perjuangan Karawang, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Peran Social Comparison dan Self-Compassion terhadap Body Image pada Generasi Z di Karawang: Fenomena Tekanan Estetika di Era TikTok dan Instagram Nazwa Farhani Azzahra; Nita Rohayati; Holy Greata Nurdin Singadimedja
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.17334

Abstract

Masifnya standar kecantikan di media sosial seperti TikTok dan Instagram memicu kerentanan citra tubuh pada Generasi Z. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social comparison dan self-compassion terhadap body image Generasi Z di Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Partisipan berjumlah 390 orang, terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 13 hingga 28 tahun yang berdomisili di Kabupaten Karawang, dipilih menggunakan convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner yang terdiri dari tiga skala, yaitu Multidimensional Body-Self Relations Questionnaire Scale (MBSRQ-AS), Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) dan Self-Compassion Scale (SCS). Data dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan social comparison dan self-compassion berpengaruh signifikan terhadap body image. Dan secara parsial social comparison berpengaruh negatif dan signifikan terhadap body image, artinya semakin tinggi kecenderungan individu melakukan social comparison, semakin negatif persepsi terhadap tubuhnya. Sebaliknya, self-compassion berpengaruh positif dan signifikan terhadap body image, menunjukkan bahwa kemampuan individu bersikap welas asih terhadap diri sendiri berperan sebagai faktor protektif dalam membentuk citra tubuh yang lebih positif. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya intervensi berbasis self-compassion sebagai strategi dalam membangun body image yang sehat pada generasi Z di tengah kuatnya tekanan estetika media sosial  
Work-Life balance and perceived organizational support as predictors of quiet quitting among generation Z employees Theresia Andhika Putri Pradani; Nita Rohayati; M. Choirul Ibad
Empathy : Jurnal Fakultas Psikologi Vol. 9 No. 2 (2026): June Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/empathy.v9i2.32363

Abstract

This study examined the effects of work–life balance and perceived organizational support on quiet quitting among Generation Z employees in Karawang, Indonesia, from the perspective of person–organization fit theory. As Generation Z increasingly enters the workforce, organizations are experiencing shifts in workplace dynamics and employee expectations, particularly regarding work flexibility, meaningful work, and an inclusive organizational environment. Misalignment between employees' personal values and organizational culture may reduce motivation and emotional engagement, thereby increasing the likelihood of quiet quitting behaviors. A quantitative research design with a causal approach was employed. The participants consisted of 205 Generation Z employees (born between 1997 and 2007) working in Karawang, Indonesia. Data were collected using the Quiet Quitting Scale, the Work–Life Balance Scale, and the Survey of Perceived Organizational Support and were analyzed using multiple linear regression. The findings revealed that work–life balance and perceived organizational support jointly exerted a significant effect on quiet quitting, explaining 24% of the variance. Furthermore, both independent variables individually demonstrated significant negative associations with quiet quitting. These findings suggest that Generation Z employees who experience better work–life balance and stronger organizational support are less likely to engage in quiet quitting behaviors. The study contributes to the organizational behavior literature by extending the application of person–organization fit theory in explaining quiet quitting among Generation Z employees and offers practical implications for organizations seeking to enhance employee well-being and work engagement through supportive organizational practices. 
Terperangkap atau Terkelola? Dampak FoMO dan Kontrol Diri terhadap Keterlibatan Media Sosial Remaja di Kabupaten Karawang M. Wisnu Putra Dewantara; Nita Rohayati; Holy Greata
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18411

Abstract

Penggunaan media sosial pada remaja yang semakin meningkat dapat memunculkan Fear of Missing Out (FoMO) serta memengaruhi kontrol diri individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh FoMO dan kontrol diri terhadap keterlibatan penggunaan media sosial pada remaja di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain asosiatif. Responden penelitian berjumlah 350 remaja usia 15–18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa FoMO dan kontrol diri berpengaruh signifikan terhadap keterlibatan penggunaan media sosial pada remaja. FoMO menjadi variabel yang memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan kontrol diri. Selain itu, FoMO dan kontrol diri memberikan kontribusi terhadap keterlibatan penggunaan media sosial sebesar 29,2%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan penggunaan media sosial pada remaja dipengaruhi oleh faktor emosional berupa FoMO serta kemampuan kontrol diri individu dalam mengatur penggunaan media sosial secara sehat dan seimbang.
Manakah yang Lebih Berpengaruh? Adult Attachment dan Self-Esteem terhadap Fear of Intimacy pada Emerging Adulthood Helmi Salma Napisa; Nita Rohayati; Choirul Ibad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.18428

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adult attachment dan self-esteem terhadap fear of intimacy pada individu yang berada pada fase emerging adulthood. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data diperoleh dari responden yang berdomisili di Jawa Barat melalui teknik convenience sampling. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah laki-laki dan perempuan berusia 18–29 tahun yang sedang atau pernah menjalani hubungan romantis. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow. Instrumen penelitian terdiri atas Fear of Intimacy Components Questionnaire (FICQ) untuk mengukur fear of intimacy, Experiences in Close Relationship Scale Short Form (ECR-Short Form) untuk mengukur adult attachment, serta Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) untuk mengukur self-esteem. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adult attachment dan self-esteem secara simultan berpengaruh signifikan terhadap fear of intimacy pada individu emerging adulthood. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki peran penting dalam menjelaskan fear of intimacy pada individu yang berada pada fase emerging adulthood.
Interpersonal Trust dalam Hubungan Romantis Dewasa Awal: Partner Phubbing dan Social Media Surveillance sebagai Prediktor Hernawati Hernawati; Nita Rohayati; M Choirul Ibad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20871

Abstract

Penelitian ini mengkaji interpersonal trust dalam hubungan romantis dewasa awal dengan menempatkan partner phubbing dan social media surveillance sebagai prediktor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 402 responden berusia 18–29 tahun di Jawa Barat yang sedang menjalani hubungan romantis dan dipilih melalui convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Trust in Close Relationship Scale (TICR), Partner Phubbing Scale (PPS), dan Interpersonal Electronic Surveillance Scale (IESS), kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS versi 27. Hasil analisis menunjukkan bahwa partner phubbing dan social media surveillance secara simultan berpengaruh signifikan terhadap interpersonal trust. Secara parsial, partner phubbing berpengaruh negatif dan signifikan terhadap interpersonal trust, sedangkan social media surveillance tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan penggunaan smartphone dan media sosial secara bijak agar kualitas interaksi dan kepercayaan dalam hubungan romantis tetap terjaga.