Sulis Solin
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Arsitektur Pembelajaran Masa Depan: Transformasi Manajemen Kurikulum Berbasis Hyper-Personalization dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Dairi Sulis Solin; Inom Nasution; Pramesti Tumangger
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan era digital menuntut adaptasi kurikulum yang dinamis, namun implementasi Kurikulum Merdeka pada tataran manajerial di sekolah sering kali masih terjebak pada pendekatan klasikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji celah operasional (gap analysis) di lapangan dan merumuskan model arsitektur pembelajaran masa depan melalui transformasi tata kelola kurikulum berbasis hyper-personalization. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus eksploratif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di sebuah satuan pendidikan tingkat menengah di Kabupaten Dairi. Proses pengumpulan data primer dan sekunder dilakukan melalui instrumen wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kurikulum, observasi partisipatif pasif, serta studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik diferensiasi pembelajaran eksisting masih dilakukan secara manual dan berjenjang statis tanpa pelibatan analitik data yang memadai. Merespons kesenjangan tersebut, penelitian ini menghasilkan dan merumuskan draf arsitektur konseptual manajemen kurikulum yang bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu: asesmen diagnostik berkelanjutan secara otomatis, perancangan jalur pembelajaran adaptif (adaptive learning pathways), dan evaluasi formatif berbasis analitik data. Kesimpulannya, integrasi tata kelola hyper-personalization terbukti secara konseptual mampu mendisrupsi rancangan instruksional tunggal menjadi ekosistem pendidikan yang secara presisi mengakomodasi kecepatan, gaya, dan minat spesifik setiap peserta didik demi mewujudkan kemerdekaan belajar yang inklusif dan sejati..