Agus Fawait
Institut Agama Islam At-Taqwa, Bondowoso, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Leadership Principles of KH. Ahmad Baidowi in the Management of Bustanul Ulum Islamic Boarding School, Bondowoso Mufasirul Furqon; Suheri Suheri; Agus Fawait
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11878

Abstract

Kepemimpinan kiai memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pengelolaan pondok pesantren. Namun, sebagian besar penelitian terdahulu lebih banyak berfokus pada gaya kepemimpinan kiai dibandingkan dengan prinsip-prinsip yang mendasari praktik kepemimpinannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip-prinsip kepemimpinan KH. Ahmad Baidowi dalam mengelola Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan keluarga kiai, pengurus pesantren, santri, alumni, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan KH. Ahmad Baidowi dibangun atas sembilan prinsip utama, yaitu ketegasan, disiplin, tanggung jawab, istiqamah (konsistensi komitmen), wira’i (kehati-hatian spiritual), kharismatik, ikhlas, sabar, dan nasionalisme. Kesembilan prinsip tersebut membentuk tiga dimensi kepemimpinan yang saling berkaitan, yaitu dimensi manajerial, moral-spiritual, dan sosial, yang secara kolektif mendukung pengelolaan pesantren yang efektif. Dimensi manajerial berkontribusi dalam menciptakan tata kelola yang efektif dan akuntabel; dimensi moral-spiritual memperkuat integritas organisasi dan nilai-nilai budaya; sedangkan dimensi sosial meningkatkan legitimasi kepemimpinan serta memperkuat kemitraan antara pesantren dan masyarakat sekitar. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Manajemen Pendidikan Islam dengan menawarkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip kepemimpinan kiai sebagai fondasi pengelolaan pondok pesantren yang efektif, berintegritas, dan berkelanjutan.