Abdurrazzaq Abdurrazzaq
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REPRESENTASI PESAN DAKWAH DALAM FILM MUHAMMAD: THE MESSENGER OF Alfina Damayanti; Abdurrazzaq Abdurrazzaq; Anang Walian
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi pesan dakwah dalam film Muhammad: The Messenger of God. Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai dakwah Islam kepada masyarakat melalui adegan, dialog, dan simbol visual. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bentuk representasi pesan dakwah yang terdapat dalam film Muhammad: The Messenger of God serta pemaknaan pesan dakwah tersebut melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi simbol, dialog, dan adegan yang mengandung pesan dakwah, kemudian dianalisis menggunakan konsep denotasi, konotasi, dan mitos dalam semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Muhammad: The Messenger of God merepresentasikan pesan dakwah dalam tiga kategori utama, yaitu aqidah, syariah, dan akhlak. Pesan aqidah ditunjukkan melalui keyakinan kepada Allah SWT, ketawakalan, dan keimanan terhadap takdir-Nya. Pesan syariah direpresentasikan melalui penerapan nilai-nilai Islam, adab, dan ketaatan terhadap ajaran agama. Sementara itu, pesan akhlak diwujudkan melalui sikap kasih sayang, kepedulian sosial, tolong-menolong, kesabaran, dan penghormatan terhadap sesama. Berdasarkan analisis denotasi, konotasi, dan mitos, dapat disimpulkan bahwa film ini tidak hanya menyampaikan pesan dakwah secara visual dan verbal, tetapi juga mengandung makna mendalam mengenai nilai-nilai Islam yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi, komunikasi, dan dakwah yang efektif bagi masyarakat.
REPRESENTASI NILAI TOLERANSI UMAT BERAGAMA DALAM FILM KINGDOM OF HEAVEN Rifky Ananda; Abdurrazzaq Abdurrazzaq; Anang Walian
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.11964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi toleransi umat beragama dalam film Kingdom of Heaven. Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga dapat digunakan untuk menyampaikan nilai-nilai sosial dan keagamaan kepada masyarakat melalui adegan, dialog, dan simbol visual. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji bentuk representasi toleransi umat beragama yang terdapat dalam film Kingdom of Heaven serta pemaknaan toleransi tersebut melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi tanda, simbol, dialog, dan adegan yang mengandung nilai toleransi, kemudian dianalisis menggunakan konsep denotasi, konotasi, dan mitos dalam semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Kingdom of Heaven merepresentasikan toleransi umat beragama melalui sikap menjaga perdamaian, menghormati perbedaan keyakinan, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, serta melindungi masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Berdasarkan analisis denotasi, konotasi, dan mitos, dapat disimpulkan bahwa film ini tidak hanya menampilkan hubungan harmonis antarumat beragama secara visual dan verbal, tetapi juga mengandung makna mendalam mengenai pentingnya toleransi, perdamaian, dan nilai kemanusiaan sebagai nilai universal yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.