Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan manajemen Majelis Taklim dalam mengelola kegiatan pembinaan pemahaman tata cara sholat serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Desa Sukarami Kecamatan Rambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus Majelis Taklim, ustaz, dan jamaah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen Majelis Taklim telah dilaksanakan melalui empat fungsi manajemen menurut George R. Terry, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian. Pada tahap perencanaan, pengurus menyusun jadwal, tujuan, materi, dan metode pembelajaran tata cara sholat. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas kepengurusan yang sederhana namun berjalan secara kooperatif. Pelaksanaan pembinaan dilakukan secara rutin setiap minggu melalui metode ceramah, praktik langsung, dan tanya jawab. Pengendalian dilakukan melalui evaluasi sederhana terhadap kehadiran dan pemahaman jamaah. Faktor pendukung kegiatan meliputi antusiasme masyarakat, dukungan pengurus dan tokoh masyarakat, serta tersedianya tempat dan fasilitas pembelajaran. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pengajar, serta faktor usia, kesehatan, dan kesibukan jamaah. Dengan demikian, manajemen Majelis Taklim berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara sholat yang benar sesuai dengan tuntunan syariat Islam.