Peningkatan etika berbagi informasi di media sosial secara signifikan, baik di kalangan masyarakat umum maupun pelajar. Meskipun ada penurunan di beberapa tahun, justru menunjukkan bahwa pemahaman akan pentingnya verifikasi informasi dan dampak penyebaran hoaks masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui pembelajaran PAI dalam membangun kesadaran etika berbagi informasi di era post truth. (2) Untuk mengetahui tingkat kesadaran etika berbagi informasi di SMPN 1 Cilebak (3)Untuk mengetahui tantangan dan strategi pembelajaran PAI di era post-truth. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik wawancara,observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru BK, guru TIK , guru PAI dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam membangun kesadaran etika berbagi informasi di era post-truth dilakukan melalui penguatan nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, tanggung jawab, dan tabayyun yang diintegrasikan ke dalam materi ajar secara kontekstual sesuai dengan kehidupan digital siswa. (2) Tingkat kesadaran etika berbagi informasi di SMPN 1 Cilebak menunjukkan perkembangan positif, terlihat dari kebiasaan siswa memverifikasi informasi, menjaga etika komunikasi di media sosial, serta berhati-hati terhadap dampak yang ditimbulkan dari informasi yang dibagikan. Kesadaran tersebut lahir dari pembiasaan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan tabayyun yang ditanamkan melalui pembelajaran dan lingkungan sekolah, meski sebagian siswa masih mudah terpengaruh oleh konten hiburan dan opini tanpa memperhatikan kebenarannya. (3) Tantangan pembelajaran PAI di era post-truth meliputi rendahnya literasi digital, dominasi konten hiburan, keterbatasan akses teknologi, serta kecenderungan siswa mengikuti arus opini tanpa verifikasi. Strategi pembelajaran dilakukan secara adaptif, kontekstual, dan kolaboratif melalui integrasi nilai keislaman dalam kehidupan digital siswa, penggunaan metode diskusi kasus, simulasi, dan pembiasaan etika digital, yang diperkuat oleh tata tertib sekolah serta keterlibatan orang tua. Dengan strategi ini, kesadaran etika siswa meningkat, sikap kritis terbentuk, dan tanggung jawab dalam berbagi informasi semakin tumbuh, sehingga pembelajaran PAI berperan strategis dalam menghadapi tantangan era post-truth.