Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relaksasi Tidur Siang sebagai Kegiatan Kokulikuler untuk Mendukung Pembelajaran Mendalam Murid Kelas VII A SMP Negeri 39 Surabaya Zaidatul Chusnul Rahayu; Putri Eka Safitri; Aghis Arwa Bekti; ⁠Mirza Nuriyah Fahma; Arlis Noviantika Dwimita; Harmanto Harmanto; Binti Ismiyah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan kokurikuler berperan penting dalam memperkuat dan memperdalam pembelajaran intrakurikuler. Salah satu bentuk kegiatan kokurikuler yang diterapkan di SMP Negeri 39 Surabaya adalah relaksasi tidur siang bagi murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan relaksasi tidur siang, dampaknya terhadap pembelajaran mendalam (deep learning), serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas satu orang guru mata pelajaran dan tiga orang murid Kelas VII A SMP Negeri 39 Surabaya. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kegiatan relaksasi tidur siang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan relaksasi tidur siang dilaksanakan secara terstruktur melalui tahap persiapan, pelaksanaan relaksasi, dan pemulihan. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental murid, meningkatkan kesiapan belajar, serta menciptakan suasana belajar yang lebih berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Kegiatan ini juga memperkuat dimensi kemandirian dan kolaborasi melalui piket yang melibatkan murid secara aktif. Faktor pendukung program meliputi komitmen murid, dukungan sarana sekolah, dan fleksibilitas pelaksanaan kokurikuler. Adapun faktor penghambat yang ditemukan adalah kendala pengaturan waktu serta gangguan lingkungan sekitar kelas. Dengan demikian, relaksasi tidur siang dapat menjadi inovasi kegiatan kokurikuler yang mendukung kesejahteraan murid sekaligus memperkuat terciptanya pembelajaran mendalam di sekolah.