Abdul Mutholib
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tahqiq Sanad dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum: Kajian Historiografi Sirah Nabawiyah Abu Haif; Indah Sari Dewi; Tuti Wahyuni; Abdul Mutholib; Arjung Marendeng
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan tahqiq sanad dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Ṣafiyyurraḥmān al-Mubārakfūrī serta kontribusinya terhadap historiografi Sirah Nabawiyah kontemporer. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya validitas sumber dalam penulisan sejarah Nabi Muhammad saw., mengingat sebagian besar data Sirah Nabawiyah berasal dari tradisi periwayatan yang memiliki keterkaitan erat dengan ilmu hadis. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan historiografi dan kritik sanad. Sumber primer penelitian adalah Ar-Rahiq Al-Makhtum, sedangkan sumber sekunder berupa buku, artikel jurnal nasional terakreditasi, dan jurnal internasional yang relevan dengan kajian sirah dan metodologi hadis. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan historis-kritis untuk mengidentifikasi pola penggunaan riwayat serta metode seleksi sumber yang diterapkan oleh penulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Mubārakfūrī menerapkan tahqiq sanad secara substantif melalui pemilihan riwayat-riwayat yang bersumber dari hadis sahih dan literatur sirah yang otoritatif. Metode tersebut dilakukan melalui proses seleksi, komparasi, dan tarjih terhadap berbagai riwayat sejarah yang tersedia. Analisis terhadap riwayat wahyu pertama, hijrah, Baiat Aqabah, dan Fathu Makkah menunjukkan bahwa penulis cenderung mengutamakan riwayat yang memiliki dukungan sanad yang kuat dan diterima oleh mayoritas ulama. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa Ar-Rahiq Al-Makhtum tidak hanya berfungsi sebagai karya biografi Nabi Muhammad saw., tetapi juga sebagai model historiografi Sirah Nabawiyah modern yang mengintegrasikan prinsip kritik hadis dan penulisan sejarah secara sistematis. Dengan demikian, tahqiq sanad memiliki peran penting dalam menjaga kredibilitas dan validitas historiografi Sirah Nabawiyah kontemporer.
Dinamika Islamisasi di Nusantara: Kajian Historis Tentang Proses Penyebaran Islam di Indonesia Abu Haif; Indah Sari Dewi; Tuti Wahyuni; Abdul Mutholib; Arjung Marendeng
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12248

Abstract

Kajian mengenai Islamisasi di Nusantara telah menjadi salah satu tema penting dalam historiografi Islam Indonesia. Namun demikian, sebagian besar penelitian terdahulu cenderung berfokus pada perdebatan mengenai asal-usul kedatangan Islam melalui teori Gujarat, Arab, Persia, maupun Cina, sehingga masih terdapat keterbatasan kajian yang mengintegrasikan berbagai faktor penyebaran Islam dalam satu kerangka historis yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika Islamisasi di Nusantara dengan menelaah teori-teori kedatangan Islam, jalur-jalur penyebaran yang berkembang, serta transformasi sosial-politik yang ditimbulkan oleh proses Islamisasi dalam masyarakat Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari naskah sejarah, buku akademik, serta artikel ilmiah yang relevan, khususnya yang terindeks Scopus dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islamisasi di Nusantara berlangsung secara bertahap melalui jaringan perdagangan, perkawinan, pendidikan, tasawuf, dan dukungan politik kerajaan-kerajaan Islam. Keberhasilan penyebaran Islam tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan dakwah, tetapi juga oleh kemampuan para penyebar Islam dalam melakukan akulturasi dengan budaya lokal. Selain itu, Islamisasi telah menghasilkan transformasi sosial, budaya, dan politik yang berkontribusi terhadap terbentuknya peradaban Islam Nusantara yang moderat, inklusif, dan adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa Islamisasi di Nusantara merupakan proses multidimensional yang melibatkan interaksi antara faktor lokal, regional, dan global sehingga tidak dapat dijelaskan melalui satu teori tunggal.