Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Morfosintaksis dalam Bahasa Arab: Integrasi antara Ilmu Sharf dan Nahwu dalam Perspektif Linguistik Modern Ananda Auliah; Hamzah Hamzah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ilmu sharf dan nahwu dalam bahasa Arab melalui perspektif morfosintaksis modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pemisahan antara aspek morfologi dan sintaksis dalam pembelajaran maupun penelitian bahasa Arab, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk struktur gramatikal bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari buku-buku linguistik Arab, artikel jurnal ilmiah berbahasa Indonesia terbitan 2016–2026, serta berbagai literatur yang relevan dengan kajian sharf, nahwu, dan morfosintaksis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu sharf dan ilmu nahwu memiliki hubungan yang bersifat integratif dan saling melengkapi dalam sistem kebahasaan Arab. Hubungan tersebut terlihat pada fenomena i‘rab, taṣrīf, agreement (muthābaqah), dan al-isytiqāq yang memperlihatkan bahwa perubahan bentuk morfologis suatu kata berpengaruh langsung terhadap fungsi sintaktisnya dalam kalimat. Sistem i‘rab berfungsi sebagai penanda hubungan gramatikal melalui perubahan bentuk kata, sedangkan taṣrīf dan agreement menunjukkan keterkaitan antara bentuk verba dengan kategori sintaktis seperti persona, jumlah, dan gender. Selain itu, proses al-isytiqāq membuktikan bahwa perubahan pola morfologis menghasilkan kategori gramatikal dan distribusi sintaktis yang berbeda. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep-konsep dalam ilmu sharf dan nahwu memiliki relevansi yang kuat dengan teori morfosintaksis modern, seperti case marking, agreement system, dan morfologi derivatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa morfosintaksis merupakan kerangka teoretis yang efektif untuk menjelaskan integrasi antara ilmu sharf dan ilmu nahwu dalam bahasa Arab. Integrasi tersebut menunjukkan bahwa tata bahasa Arab tidak hanya dapat dipahami melalui pendekatan tradisional, tetapi juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan linguistik modern, pembelajaran bahasa Arab, serta teknologi kebahasaan berbasis kecerdasan buatan dan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing).
Sistem I’rab dalam Bahasa Arab: Fungsi Gramatikal dan Perannya dalam Penentuan Makna Sintaksis Hikmatul Azizah; Hamzah Hamzah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12224

Abstract

Latar Belakang: Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang memiliki sistem bahasa yang sangat terstruktur dan sistematis. Salah satu ciri khasnya adalah i’rab, yang mengacu pada perubahan akhiran kata yang menunjukkan peran sintaksisnya dalam kalimat. Sistem ini memainkan peran penting dalam memahami makna dan hubungan tata bahasa. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi tata bahasa i’rab dan perannya dalam menentukan makna sintaksis dalam kalimat-kalimat bahasa Arab. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain penelitian pustaka. Data dikumpulkan dari buku-buku tata bahasa Arab klasik dan kontemporer serta artikel jurnal yang relevan. Analisa data dilakukan melalui analisis isi yang berfokus pada pola-pola i’rab dan implikasi sintaksisnya. Hasil: I’rab berfungsi sebagai penanda tata bahasa utama yang menentukan peran sintaksis seperti subjek (fa’il), objek (mafu’l bih), dan unsur kalimat lainnya. Variasi akhiran seperti rafa, nasb, jar dan jazm sangat memengaruhi makna kalimat. Kesimpulan: I’rab sangat penting dalam menafsirkan struktur kalimat dan makna bahasa Arab secara akurat. Kehadirannya menjamin kejelasan dan ketepatan dalam komunikasi. Studi ini menyarankan dilakukannya penelitian lebih lanjut mengenai penerapan i’rab dalam metode pengajaran bahasa Arab modern.
Metodologi Penelitian Morfosintaksis Bahasa Arab: Pendekatan Korpus Dan Analisis Struktural Dalam Kajian Linguistik Miftahul Jannah; Hamzah Hamzah
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the research methodology of Arabic morphosyntax through the integration of corpus-based approaches and structural analysis in modern linguistic studies. Morphosyntax is a branch of linguistics that investigates the relationship between morphology and syntax in understanding the connection between linguistic forms and grammatical functions. This research employs a qualitative descriptive method using a library research approach. The data were collected from recent scientific publications, including books, journal articles, and relevant studies on Arabic linguistics, corpus linguistics, and structural analysis. The findings reveal that the corpus approach provides authentic, representative, and measurable linguistic data, enabling researchers to identify patterns of language use based on frequency and contextual occurrence. Meanwhile, structural analysis contributes to explaining the relationships among linguistic elements systematically and hierarchically, particularly in understanding grammatical functions and sentence structures in Arabic. The integration of these two approaches offers a more comprehensive and objective analytical framework for studying Arabic morphosyntactic phenomena at both word and sentence levels. Furthermore, this integrated methodology is highly relevant to contemporary linguistic research, as it combines empirical data analysis with theoretical explanations of linguistic structures. Therefore, the study concludes that the integration of corpus linguistics and structural analysis can serve as an effective methodological framework for advancing Arabic morphosyntactic research in the modern era.
PRINSIP-PRINSIP UMUM DAN KRITERIA PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Sri Mulya Nengsi; Erni Nurjaya; Nur Atika Putri; Ummul Khaeriah; Hamzah Hamzah; Kaharuddin Kaharuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4915

Abstract

Pengembangan materi pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam keberhasilan proses pembelajaran bahasa Arab. Materi pembelajaran yang dirancang secara tepat dapat membantu peserta didik mengembangkan kompetensi kebahasaan secara efektif, baik pada aspek pengetahuan bahasa maupun keterampilan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis prinsip-prinsip umum serta kriteria pengembangan materi pembelajaran bahasa Arab berdasarkan kajian literatur dalam bidang pendidikan bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal yang relevan dengan pengembangan bahan ajar dan pembelajaran bahasa Arab dalam sepuluh tahun terakhir. Data dianalisis melalui teknik analisis deskriptif-kualitatif dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan menginterpretasikan konsep-konsep teoritis yang berkaitan dengan pengembangan materi pembelajaran bahasa Arab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi pembelajaran bahasa Arab perlu memperhatikan beberapa prinsip utama, yaitu prinsip relevansi, konsistensi, kecukupan, kebermaknaan, gradasi, dan diferensiasi. Selain itu, materi pembelajaran bahasa Arab juga harus memenuhi sejumlah kriteria penting, meliputi kriteria linguistik, pedagogis, psikologis, sosiokultural, serta desain dan penyajian materi. Penerapan prinsip dan kriteria tersebut diharapkan dapat menghasilkan materi pembelajaran bahasa Arab yang sistematis, kontekstual, serta mampu mendukung pengembangan kompetensi komunikasi peserta didik secara optimal.
LANGKAH-LANGKAH PENGEMBANGAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN BAHASA ARAB Erni Nurjaya; Nur Atika Putri; Sri Mulya Nengsi; Ummul Khaeriah; Hamzah Hamzah; Kaharuddin Kaharuddin
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 3 (2026): Vol. 6 No. 3 Juni - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i3.4916

Abstract

Pengembangan materi pembelajaran bahasa Arab merupakan proses strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan bahasa di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah sistematis dan faktor-faktor krusial yang harus diperhatikan dalam pengembangan materi bahasa Arab agar tetap relevan dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), di mana data dikumpulkan melalui dokumentasi literatur ilmiah yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan materi harus melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan tujuan (ABCD), strategi pembelajaran, pengembangan media, penulisan, hingga evaluasi dan revisi. Selain itu, kualitas materi sangat ditentukan oleh faktor validitas isi, ketepatan cakupan, pemahaman, penggunaan bahasa, serta aspek perwajahan. Implikasi dari pengembangan ini adalah meningkatnya motivasi siswa, profesionalisme guru, dan penguasaan empat keterampilan berbahasa secara holistik. Sinergi antara prosedur yang tepat dan perhatian terhadap faktor kualitas akan mewujudkan pembelajaran bahasa Arab yang lebih bermakna dan aplikatif.