Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ilmu sharf dan nahwu dalam bahasa Arab melalui perspektif morfosintaksis modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pemisahan antara aspek morfologi dan sintaksis dalam pembelajaran maupun penelitian bahasa Arab, padahal keduanya memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk struktur gramatikal bahasa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh dari buku-buku linguistik Arab, artikel jurnal ilmiah berbahasa Indonesia terbitan 2016–2026, serta berbagai literatur yang relevan dengan kajian sharf, nahwu, dan morfosintaksis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan studi literatur, sedangkan analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, penyajian data, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ilmu sharf dan ilmu nahwu memiliki hubungan yang bersifat integratif dan saling melengkapi dalam sistem kebahasaan Arab. Hubungan tersebut terlihat pada fenomena i‘rab, taṣrīf, agreement (muthābaqah), dan al-isytiqāq yang memperlihatkan bahwa perubahan bentuk morfologis suatu kata berpengaruh langsung terhadap fungsi sintaktisnya dalam kalimat. Sistem i‘rab berfungsi sebagai penanda hubungan gramatikal melalui perubahan bentuk kata, sedangkan taṣrīf dan agreement menunjukkan keterkaitan antara bentuk verba dengan kategori sintaktis seperti persona, jumlah, dan gender. Selain itu, proses al-isytiqāq membuktikan bahwa perubahan pola morfologis menghasilkan kategori gramatikal dan distribusi sintaktis yang berbeda. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa konsep-konsep dalam ilmu sharf dan nahwu memiliki relevansi yang kuat dengan teori morfosintaksis modern, seperti case marking, agreement system, dan morfologi derivatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa morfosintaksis merupakan kerangka teoretis yang efektif untuk menjelaskan integrasi antara ilmu sharf dan ilmu nahwu dalam bahasa Arab. Integrasi tersebut menunjukkan bahwa tata bahasa Arab tidak hanya dapat dipahami melalui pendekatan tradisional, tetapi juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan linguistik modern, pembelajaran bahasa Arab, serta teknologi kebahasaan berbasis kecerdasan buatan dan pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing).