Fira Putri Utami
Universitas PGRI Palembang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan dalam Mendukung Kompetensi Calon Guru di SD Negeri 160 Palembang Eka Prihartini; Feri Firmansyah; Intan Maharani; Mely Trianasari; Dwi Reni Astiana; Dita Adelia; Feri Cahya Pratama; Eka Puji Lestari; Indri Apeiani; Kurnia Meilan Saputri; Auliya Nurhidayah; Nadia Fazzira; Aprilyana Nurjamilah; M. Rapli Satria; Nia Sulista; Fira Putri Utami; Lisa Latipa
Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pgsd.v3i3.2758

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) dalam mendukung kompetensi calon guru di SD Negeri 160 Palembang. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa hasil observasi kegiatan PLP, catatan lapangan, dokumentasi kegiatan, serta perangkat pembelajaran yang digunakan selama PLP. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses pemilihan data, pengelompokan temuan, penyajian uraian, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa PLP terlaksana melalui tahapan observasi sekolah dan kelas, asistensi mengajar, praktik mengajar mandiri, penyusunan perangkat pembelajaran, serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan sekolah. Kegiatan tersebut mendukung penguatan kompetensi pedagogik melalui pengalaman memahami karakter peserta didik, mengelola kelas, memilih strategi pembelajaran, dan menggunakan media yang sesuai. Kompetensi profesional berkembang melalui penyusunan perangkat ajar, penguasaan materi, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Kompetensi sosial terbentuk melalui interaksi dengan warga sekolah, sedangkan kompetensi kepribadian berkembang melalui pembiasaan disiplin, tanggung jawab, etika, percaya diri, dan keteladanan. PLP juga memberi ruang refleksi bagi mahasiswa dalam menghadapi kendala pembelajaran, seperti perbedaan karakter peserta didik, keterbatasan media, dan tuntutan pengelolaan kelas yang adaptif.