Firda Fibrila
Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungkarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Literasi Gizi Dan Kebiasaan Minum Teh Berhubungan Secara Independen Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri: Sebuah Studi Analisis Multivariat Ammar Muna Pakas Riyanto; Riyanto; Firda Fibrila; Dewi Sri Sumardilah
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12476

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting pada remaja putri dan dapat berdampak pada fungsi kognitif, pertumbuhan, produktivitas, serta kesehatan reproduksi. Bukti mengenai peran literasi gizi dan kebiasaan minum teh terhadap anemia pada remaja di Indonesia masih terbatas. Studi cross-sectional dilakukan pada 58 remaja putri di SMA Swasta Adiguna Bandar Lampung, Indonesia. Data literasi gizi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, dukungan teman sebaya, dan kebiasaan minum teh dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur, sedangkan status anemia ditentukan melalui pengukuran kadar hemoglobin. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan crude odds ratio (COR), dilanjutkan dengan regresi logistik multivariat untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan secara independen dengan anemia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia mencapai 56,9%. Analisis bivariat menunjukkan bahwa literasi gizi, kepatuhan konsumsi tablet Fe, dukungan teman sebaya, dan kebiasaan minum teh berhubungan dengan kejadian anemia (p<0,05). Setelah penyesuaian terhadap faktor perancu, literasi gizi rendah (AOR=8,38; 95% CI:1,95–35,97) dan kebiasaan minum teh yang tidak tepat (AOR=13,99; 95% CI:3,07–63,74) tetap berhubungan secara independen dengan anemia. Literasi gizi yang rendah dan kebiasaan minum teh yang tidak tepat merupakan determinan independen anemia pada remaja putri. Penguatan literasi gizi dan edukasi terkait praktik konsumsi yang memengaruhi absorpsi zat besi perlu diintegrasikan ke dalam program pencegahan anemia berbasis sekolah.