Nano Warno
Sekolah Tinggi Agama Islam Sadra

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REASON AND REVELATION ACCORDING TO NURCHOLISH MADJID AND IBN SINA Muhamad Rifki Ramdhani; Abu Khairi; Farhan Alfuadi; Satriadi Satriadi; Nano Warno
ISSUE: Journal of Islamic Studies for Universal Dialogue Vol. 3 No. 1 (2025): ISSUE: Journal of Islamic Studies for Universal Dialogue
Publisher : Sadra International Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67281/issue.v3i1.30

Abstract

This research examines Nurcholish Madjid’s conception of reason through the epistemological lens of Ibn Sina’s Peripatetic philosophy. Using a literature-based character study and descriptive-heuristic analysis, the study explores the definition and limits of reason in Nurcholis’s thought. According to him, reason is the activity of thinking, bestowed by Allah upon humans as His caliphs on earth. However, human reason is confined to universal matters; therefore, divine revelation is necessary to guide humans beyond reason’s limits—especially in knowing God. Reason, thus, cannot fully comprehend the Divine. When viewed through Ibn Sina’s Peripatetic epistemology, two conclusions emerge. First, Nurcholis’s definition of reason is largely adequate, as it aligns with Ibn Sina’s view that intellect is a faculty unique to the human soul, distinct from that of plants and animals. Second, Nurcholis’s view is sufficient in its human dimension but limited in the divine one. For Ibn Sina, God is the First Intellect, whose self-contemplation gives rise to subsequent intellects. Hence, within the Peripatetic framework, Nurcholis’s notion of the limits of reason is considered incomplete regarding the divine aspect.
SPIRITUALITAS DAN TRANSHUMANISME: PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MODERN MEREDUKSI ESENSI KEHIDUPAN MANUSIA Zahra Mustafawiyyah; Nano Warno
ISSUE: Journal of Islamic Studies for Universal Dialogue Vol. 3 No. 2 (2025): ISSUE: Journal of Islamic Studies for Universal Dialogue
Publisher : Sadra International Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67281/issue.v3i2.48

Abstract

Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia mempunyai dua dimensi dalam hidupnya yaitu jiwa dan raga. Kedua dimensi ini memiliki kebutuhan, yang ketika tidak terpenuhi akan berdampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Peradaban dunia terutama perkembangan teknologi, membuat manusia lebih cenderung memilih pemenuhan kebutuhan materi dan dengan perlahan menyingkirkan manusia dari kebutuhan akan immaterial yang otomatis menjauhkannya akan esensi kehidupan hakiki. Tulisan ini mempunyai tujuan untuk menganalisis bagaimana tingkat spirtualitas dalam keberlangsungan hidup. Bagaimana manusia bisa memenuhi kebutuhan akan spiritual di era teknologi modern ini, serta bagaimana tantangan teknologi modern dapat diatasi dengan adanya spiritual. Dalam tulisan ini saya menyajikan metode berupa pendalaman terhadap kajian literatur terdahulu yang juga mengemukakan pendapat berkaitan penelitian baik melalui buku, jurnal ataupun hasil penelitian sebelumnya dan memakai pendekatan filsafat yang menggunakan rasio. Memahami arti penting spiritualisme berpengaruh besar dalam penyempurnaan diri manusia serta menghadapi kemajuan teknologi modern.