Sita Acetylena
Prodi PAI, Pasca Sarjana, Universitas Al-Qolam, Malang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN TUTOR TEMAN SEJAWAT (PEER TUTORING) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL PEMBELAJARAN PAI DI SMP SABILILLAH WAJAK Muhammad Kholidin; Sita Acetylena
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tutor teman sejawat dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Sabilillah Boarding School Wajak yang menerapkan sistem integrasi antara ilmu umum dan ilmu kepesantrenan. Pembelajaran kepesantrenan dilaksanakan melalui kajian kitab Tafsir Ibriz, Lubabul Hadits, Jawahirul Kalamiyah, Taisirul Kholaq, dan Mabadi Fiqih sebagai bagian dari penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 68 peserta didik kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Implementasi tutor teman sejawat dilakukan selama delapan minggu dengan melibatkan 12 siswa sebagai tutor yang mendampingi kelompok belajar heterogen. Teknik pengumpulan data menggunakan angket motivasi belajar, lembar observasi, dan tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tutor teman sejawat mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik yang ditandai dengan peningkatan kategori motivasi tinggi dan sangat tinggi dari 39,71% menjadi 82,35%. Selain itu, rata-rata hasil belajar meningkat dari 71,2 menjadi 85,6, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 57,35% menjadi 89,71%. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tutor teman sejawat efektif digunakan dalam pembelajaran PAI berbasis integrasi sekolah dan pesantren karena mampu menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, meningkatkan pemahaman materi, serta mengembangkan kemampuan sosial dan kepemimpinan peserta didik.