Septiani Muslim
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Sains Al-Qur'an, Wonosobo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA MELALUI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DI MAN 2 WONOSOBO Septiani Muslim; Listiana Zumrotun; Muhammad Fadly Anam
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 4: Juli 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya optimalisasi peran pendidik di tengah melimpahnya sarana prasarana sekolah, secara khusus pada Perpustakaan Baitul Hikmah MAN 2 Wonosobo yang telah sangat memadai dan berhasil meraih prestasi Juara 2 Lomba Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Guru PAI sebagai motivator dan fasilitator literasi, bentuk pemanfaatan fasilitas perpustakaan nasional tersebut dalam pembelajaran PAI, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi oleh guru di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada Guru PAI dan pengelola perpustakaan/pustakawan, serta didukung oleh teknik dokumentasi berupa arsip prestasi perpustakaan, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dokumen statistik kunjungan, dan foto kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Guru PAI menjalankan peran motivator melalui pendekatan nilai spiritual membaca (iqra’) serta metode rewarding, serta peran fasilitator melalui penugasan riset pustaka ringan terstruktur; (2) Pemanfaatan perpustakaan nasional dioptimalkan melalui program Jam Wajib Kunjung Perpustakaan dan pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan kenyamanan ruang diskusi, kelengkapan literatur Islam, hingga akses komputer e-library; (3) Faktor pendukung utama meliputi komitmen pembaruan koleksi buku oleh madrasah, sinergi guru-pustakawan, dan kultur agamis masyarakat lokal, sedangkan faktor penghambat terbesar adalah disrupsi gawai (smartphone) yang menurunkan daya tahan baca siswa serta keterbatasan alokasi jam pelajaran di kelas. Hambatan tersebut disiasati guru melalui inovasi pengalihan tugas resume ke aplikasi digital e-library resmi milik madrasah
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA DALAM KEGIATAN KOKURIKULER DI SMK N 1 WONOSOBO Septiani Muslim; Miming Hidayaturrohmah; M. Ulul ‘Azmi; Azzah Nur Laili; Amliur Rohmah; Latifah Munawaroh; Nurul Hikmah; M. Khasbi; Noor Aziz
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 5: September 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama dalam lingkungan pendidikan melalui kegiatan yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan kokurikuler membuat tumpeng di SMK N 1 Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi selama kegiatan kokurikuler berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membuat tumpeng dilaksanakan secara berkelompok melalui pembagian tugas dan tanggung jawab kepada peserta didik. Dalam proses tersebut, terlihat adanya nilai-nilai moderasi beragama berupa toleransi, kerja sama, musyawarah, dan tanggung jawab. Peserta didik belajar menghargai perbedaan kemampuan dan pendapat, berkomunikasi dalam menyelesaikan pekerjaan, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Selain itu, kegiatan membuat tumpeng juga menjadi sarana pengenalan dan pelestarian budaya lokal karena tumpeng merupakan bagian dari tradisi masyarakat Jawa. Dengan demikian, kegiatan kokurikuler membuat tumpeng tidak hanya berorientasi pada keterampilan dan hasil kegiatan, tetapi juga dapat menjadi media penguatan karakter dan implementasi nilai-nilai moderasi beragama melalui pengalaman langsung peserta didik