Ersya Maisarah
Universitas Negeri Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Relevansi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun Pada Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning Dalam Mata Pelajaran Sejarah Ersya Maisarah; Fidia Nurkhairunnisa; Miftahuddin
Sajaratun : Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah Vol 12 No 1 (2026): Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/sajaratun.v12i1.8215

Abstract

Kesenjangan antara realitas pembelajaran sejarah di lapangan yang masih didominasi oleh metode hafalan pasif, dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan Kurikulum Merdeka yang menghendaki pembelajaran mendalam (deep learning) guna membentuk pemahaman kritis dan penalaran historis peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun terhadap implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning dalam mata pelajaran Sejarah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutika . Hasil penelitian menunjukkan relevansi yang kuat. Filosofi Khaldun yang menekankan pentingnya kontekstualisasi sejarah, pengajaran bertahap (tadarruj), dan perlunya guru menguasai materi secara mendalam (malakah) selaras dengan Kurikulum Merdeka yang mengutamakan pembelajaran yang bermakna (deep learning), diferensiasi, dan penguatan pemahaman kontekstual (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Secara khusus, konsep malakah Ibnu Khaldun relevan dengan Deep Learning dalam pembelajaran Sejarah, karena mendorong siswa untuk tidak hanya menghafal fakta, tetapi mencapai internalisasi mendalam yang membentuk kemampuan analisis, sintesis, dan penalaran historis, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Penerapan model Deep Learning dapat menjadi alat untuk mewujudkan tujuan pendidikan Khaldun dalam konteks kurikulum modern. Integrasi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun khususnya kritik terhadap metode hafalan dan konsep malakah memberikan landasan filosofis yang kuat bagi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning pada mata pelajaran Sejarah untuk mentransformasi pembelajaran pasif menjadi proses aktif yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan karakter peserta didik secara holistik.