Ellen Prima
Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CAREGIVING CHALLENGES AND FAMILY RESILIENCE  AMONG PARENTS OF CHILDREN WITH AUTISM SPECTRUM DISORDER IN PURWOKERTO Ellen Prima
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5561

Abstract

Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan kondisi neurodevelopmental kompleks yang tidak hanya menimbulkan tantangan dalam komunikasi dan perilaku, tetapi juga menghadapkan keluarga pada stigma dan beban psikososial yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman pengasuh anak dengan ASD di Purwokerto melalui perspektif Family Empowerment dan Stigma Theory. Desain penelitian menggunakan analisis tematik dengan data yang dikumpulkan dari 15 pengasuh (N1–N15) melalui wawancara semi-terstruktur antara Maret hingga November 2024. Hasil penelitian mengungkap empat tema utama: kesulitan pengasuhan, penerimaan dan pertumbuhan pribadi, mekanisme coping keluarga, serta interaksi sosial. Para pengasuh melaporkan distress emosional yang intens saat menerima diagnosis, dengan beberapa mengalami rasa bersalah, depresi, bahkan ide bunuh diri. Beban ekonomi juga signifikan, dengan biaya rehabilitasi bulanan berkisar Rp20–45 juta, yang sering memaksa salah satu orang tua berhenti bekerja untuk merawat penuh waktu. Meskipun menghadapi tantangan berat, keluarga menunjukkan resiliensi, di mana penerimaan dan pemberdayaan menjadi titik balik yang mengubah kerentanan menjadi kekuatan. Dukungan komunitas dan lingkungan inklusif diidentifikasi sebagai faktor penting dalam mengurangi stigma dan memperkuat kesejahteraan keluarga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stigma berfungsi sebagai beban ganda—internal dan eksternal—sementara Family Empowerment menjadi strategi penting untuk meningkatkan resiliensi pengasuh, memperbaiki hasil perkembangan anak, serta memberikan dasar bagi intervensi kebijakan di Indonesia.
Peran Psikologi Pendidikan dalam Mengoptimalkan Pembelajaran Individu Alkham Nur Ghozali; Ellen Prima
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi pendidikan merupakan salah satu cabang ilmu yang berperan penting dalam memahami proses belajar serta karakteristik individu yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran psikologi pendidikan dalam mengoptimalkan pembelajaran individu melalui pemahaman terhadap teori-teori belajar, perbedaan karakteristik peserta didik, motivasi belajar, asesmen pembelajaran, serta strategi pembelajaran yang dipersonalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil kajian menunjukkan bahwa psikologi pendidikan memberikan landasan teoretis dan praktis dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, minat, dan karakteristik peserta didik. Teori behaviorisme, kognitivisme, konstruktivisme, dan humanisme berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran yang efektif. Selain itu, pemahaman terhadap perbedaan individu, gaya belajar, kecerdasan majemuk, serta motivasi belajar memungkinkan pendidik menerapkan pembelajaran yang berdiferensiasi dan dipersonalisasi. Penggunaan asesmen formatif, teknologi pendidikan, serta penciptaan lingkungan belajar yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran individu. Dengan demikian, psikologi pendidikan berperan strategis dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar melalui pendekatan yang lebih humanis, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.