The issue of household waste management in urban areas, particularly in Tangerang Selatan, reveals a gap between the ideal concept of community-based waste management and the reality of practices still dominated by conventional disposal patterns. This study aims to analyze the integration of Islamic values in community-based household waste management and to formulate an integrative model that can enhance sustainable ecological awareness. The research employs a qualitative approach with a descriptive-exploratory design, using data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, documentation, and literature review. Data were analyzed thematically through an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the low effectiveness of waste management is not only caused by technical factors but also by the weak internalization of values in community behavior. The integration of Islamic values such as tauhid (divine unity), khalifah (stewardship), amanah (trust), and ihsan (spiritual excellence) has been shown to strengthen intrinsic motivation and foster more consistent ecological awareness. This study proposes an integrative model combining technical, social, and spiritual dimensions as a unified framework for community-based waste management. In conclusion, sustainable waste management requires a value-based approach that emphasizes not only systems and infrastructure but also the transformation of spiritual consciousness, thereby fostering harmony between humans, the environment, and religious values. ABSTRAK Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga di wilayah perkotaan, khususnya Tangerang Selatan, menunjukkan adanya kesenjangan antara konsep ideal pengelolaan berbasis masyarakat dan realitas praktik yang masih didominasi pola konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai Islam dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis masyarakat serta merumuskan model integratif yang mampu meningkatkan kesadaran ekologis secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-eksploratif, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan secara tematik dengan model interaktif melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya efektivitas pengelolaan sampah tidak hanya disebabkan oleh faktor teknis, tetapi juga oleh lemahnya internalisasi nilai dalam perilaku masyarakat. Integrasi nilai-nilai Islam seperti tauhid, khalifah, amanah, dan ihsan terbukti mampu memperkuat motivasi intrinsik dan membentuk kesadaran ekologis yang lebih konsisten. Penelitian ini menghasilkan model integratif yang menggabungkan dimensi teknis, sosial, dan spiritual sebagai satu kesatuan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kesimpulannya, pengelolaan sampah yang berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis nilai yang tidak hanya berorientasi pada sistem dan infrastruktur, tetapi juga pada transformasi kesadaran spiritual masyarakat, sehingga tercipta hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan.