Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KESEHATAN KERJA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS MELALUI EDUKASI DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA & REBA: KESEHATAN KERJA TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS MELALUI EDUKASI DAN PERBAIKAN POSTUR KERJA DENGAN METODE RULA & REBA Fresvian Jenrivo
Jurnal Produk Pengabdian Masyarakat indonesia Vol 2 No 4 (2026): JPPMI April 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.810028/jppmi.v2i4.129

Abstract

Tenaga kesehatan di puskesmas memiliki risiko tinggi terhadap Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat postur kerja yang tidak ergonomis dalam durasi panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan kerja tenaga kesehatan puskesmas melalui edukasi dan perbaikan postur kerja dengan metode RULA (Rapid Upper Limb Assessment) dan REBA (Rapid Entire Body Assessment). Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan tenaga kesehatan puskesmas, melalui tahapan identifikasi masalah menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM), penilaian postur kerja dengan RULA dan REBA, intervensi berupa edukasi ergonomi dan pelatihan postur kerja sehat serta perbaikan fasilitas kerja, dan evaluasi ulang setelah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% tenaga kesehatan mengalami keluhan muskuloskeletal dominan pada leher, punggung bawah, lengan, dan pergelangan tangan. Penilaian RULA menemukan 60% aktivitas berada pada skor 5–6 (risiko sedang) dan 40% pada skor 7 (risiko tinggi), sementara REBA menunjukkan 50% aktivitas pada skor 8–10 (risiko tinggi) dan 50% pada skor 11 ke atas (risiko sangat tinggi). Setelah intervensi, terjadi perbaikan skor RULA dan REBA yang signifikan serta penurunan keluhan subjektif tenaga kesehatan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa metode RULA dan REBA efektif sebagai alat identifikasi risiko ergonomi, dan pendekatan komprehensif yang menggabungkan edukasi, penilaian risiko, serta intervensi fisik terbukti mampu menurunkan risiko MSDs dan meningkatkan kesehatan kerja tenaga kesehatan puskesmas.
PENILAIAN ERGONOMI POSTUR KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE RULA DAN REBA SERTA KONFIRMASI NBM: ERGONOMI POSTUR KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS MENGGUNAKAN METODE RULA DAN REBA SERTA KONFIRMASI NBM Fresvian Jenrivo
JURNAL TEKNOLOGI KONSEPTUAL DESAIN Vol 2 No 3 (2026): JTKD- Maret 2026
Publisher : CV.G-Techsolutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1980/jurnalteknologikonseptualdesign.v2i3.112

Abstract

Postur kerja tidak ergonomis di puskesmas menjadi faktor risiko utama terjadinya Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada tenaga kesehatan, yang dapat menurunkan kenyamanan, produktivitas, serta berpotensi menimbulkan cedera jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat risiko ergonomi postur kerja tenaga kesehatan di beberapa unit puskesmas menggunakan metode RULA dan REBA, serta mengonfirmasi keluhan subjektif dengan kuesioner NBM. Metode penelitian bersifat deskriptif observasional. Penilaian RULA dilakukan pada aktivitas anamnesis pasien di Ruang Infeksius, administrasi di Ruang Tata Usaha, pengamatan sampel di Laboratorium, dan imunisasi balita di Ruang Imunisasi. Penilaian REBA dilakukan pada pemeriksaan bagian belakang dan kaki pasien di Poli Umum serta pengambilan darah di Ruang TB. Hasil penelitian: dari aktivitas yang dinilai dengan RULA, 60% berada pada skor 5–6 (risiko sedang, perlu perbaikan) dan 40% pada skor 7 (risiko tinggi, perbaikan segera). Dari aktivitas yang dinilai dengan REBA, 50% berada pada skor 8–10 (risiko tinggi) dan 50% pada skor 11 ke atas (risiko sangat tinggi). Konfirmasi NBM menunjukkan 85% petugas mengalami ketidaknyamanan atau nyeri pada leher, punggung bawah, lengan, dan pergelangan tangan. Kesimpulan: postur kerja tenaga kesehatan di puskesmas memiliki risiko MSDs pada kategori sedang hingga sangat tinggi, sehingga diperlukan intervensi ergonomi segera berupa penyesuaian lingkungan kerja, fasilitas, serta pelatihan postur kerja yang aman dan sehat.