Sport massage merupakan salah satu metode pemulihan yang banyak digunakan dalam praktik Ilmu Keolahragaan untuk mengatasi kelelahan akibat aktivitas fisik intensitas tinggi. Tingginya beban latihan yang dialami atlet berpotensi menimbulkan kelelahan fisiologis, akumulasi metabolit seperti asam laktat, serta gangguan psikologis berupa stres dan kecemasan, yang pada akhirnya dapat menurunkan performa. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemulihan yang efektif dan terintegrasi, salah satunya melalui penerapan sport massage. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh sport massage terhadap pemulihan kondisi fisiologis dan psikologis atlet. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengkaji artikel ilmiah dari database nasional dan internasional pada rentang tahun 2010–2024 yang relevan dengan topik penelitian. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis dan critical appraisal untuk mengevaluasi kualitas serta konsistensi temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa sport massage memberikan efek positif terhadap peningkatan sirkulasi darah, percepatan distribusi oksigen ke jaringan otot, serta penurunan tingkat Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) sebagai indikator kelelahan otot. Selain itu, sport massage terbukti berkontribusi dalam menurunkan kadar hormon stres seperti kortisol serta meningkatkan hormon relaksasi seperti endorfin dan serotonin, yang berdampak pada peningkatan kondisi psikologis atlet. Namun demikian, pengaruh sport massage terhadap peningkatan performa atlet secara langsung masih menunjukkan hasil yang bervariasi, sehingga lebih dipahami sebagai efek tidak langsung melalui optimalisasi proses pemulihan. Dengan demikian, sport massage dapat direkomendasikan sebagai bagian dari strategi recovery yang komprehensif dalam program latihan atlet, khususnya dalam upaya meningkatkan kesiapan fisik dan mental secara berkelanjutan.