Penciptaan karya seni lukis “Senandung Alam Bumi Borneo” membahas tentang hubungan harmonis antara kekayaan alam dan identitas budaya Kalimantan Barat yang divisualisasikan melalui simbol-simbol flora, fauna, dan unsur tradisi lokal. Dalam karya ini, gong tradisional dimaknai sebagai representasi denyut kebudayaan dan suara leluhur yang terus hidup di tengah masyarakat Borneo. Burung enggang dihadirkan sebagai simbol kemuliaan, spiritualitas dalam budaya Dayak, sedangkan trenggiling merepresentasikan keseimbangan ekosistem serta pentingnya pelestarian satwa endemik. Kehadiran bunga sepatu dan kantong semar memperkuat karakter visual hutan tropis Kalimantan yang eksotis dan sakral. Fokus penciptaan diarahkan pada pengimajinasian alam Borneo sebagai ruang budaya yang menyatu dengan kehidupan manusia. Tujuan penciptaan karya ini adalah memvisualisasikan keharmonisan hubungan manusia, budaya, dan alam melalui medium seni lukis serta menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dan warisan budaya lokal. Manfaat dari penciptaan ini diharapkan dapat menjadi media refleksi dan edukasi bagi Masyarakat mengenai pentingnya menjaga identitas budaya serta keberlangsungan ekosistem Borneo di tengah perkembangan zaman. Metode penciptaan menggunakan tahapan eksplorasi, perancangan, dan perwujudan dengan pendekatan surealis dekoratif yang menitikberatkan pada pengolahan simbol, detail ornament, dan komposisi visual puitis. Hasil penciptaan diwujudkan dalam karya seni lukis berjudul “Senandung Alam Bumi Borneo” yang menampilkan perpaduan flora endemik, satwa khas Borneo, dan simbol budaya tradisional dalam satu kesatuan visual yang harmonis. Karya ini menghadirkan suasana hutan Borneo yang mistis, tenang, dan sakral sebagai representasi keindahan alam sekaligus identitas budaya nusantara.