Type 2 Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease that carries the risk of various complications, one of which is diabetic foot complications which can lead to ulcers and amputation. Foot care compliance is an important aspect in preventing these complications, but is still influenced by various internal and external factors, especially self-efficacy and family support. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and family support on foot care adherence in patients with type 2 DM in the Blang Mangat Community Health Center (Puskesmas) working area, Lhokseumawe City. This study uses a quantitative design with a correlational analytical approach and a cross-sectional design with a sample of 72 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire that measured self-efficacy, family support, and foot care adherence. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that most respondents had good to excellent self-efficacy and family support. Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and foot care adherence (p = 0.026) and a highly significant relationship between family support and foot care adherence (p = 0.000). Family support shows a higher relationship strength than self-efficacy. It can be concluded that foot care compliance in type 2 DM patients is influenced by a combination of internal factors in the form of self-efficacy and external factors in the form of family support. Abstrak Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang berisiko menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya komplikasi kaki diabetik yang dapat berujung pada ulkus dan amputasi. Kepatuhan perawatan kaki menjadi aspek penting dalam pencegahan komplikasi tersebut, namun masih dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, khususnya efikasi diri dan dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan perawatan kaki pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik korelasional dan rancangan cross-sectional dengan sampel berjumlah 72 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur efikasi diri, dukungan keluarga, dan kepatuhan perawatan kaki. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki efikasi diri dan dukungan keluarga yang baik hingga sangat baik. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan kepatuhan perawatan kaki (p = 0,026) serta hubungan yang sangat signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan perawatan kaki (p = 0,000). Dukungan keluarga menunjukkan kekuatan hubungan yang lebih tinggi dibandingkan efikasi diri. Dapat disimpulkan bahwa kepatuhan perawatan kaki pada pasien DM tipe 2 dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal berupa efikasi diri dan faktor eksternal berupa dukungan keluarga.